ENREKANG, BKM — Sekitar dua ratusan warga yang mengatasnamakan dirinya Maiwa Bersatu (Mabes) asal Desa Tuncung, Kecamatan Maiwa, Kabupaten
Enrekang, Senin (29/8) mendatangi kantor Bupati Enrekang dan Kantor DPRD Enrekang.
Mereka menggelar aksi unjuk rasa menolak pembangunan Bendungan Benboya senilai Rp 1,2 trilun yang bersumber dari APBN 2016. Aksi massa
dalam pengawalan ketat dari petugas kepolisian setempat. Aksi yang dilakukan massa membuat jalan poros Enrekang-Toraja dengan adanya
macet.
Kordinasi Lapangan, Andi Riyan Rifaldi dalam aksinya mengatakan rencana pembangunan bendungan
yang memberikan keuntungan bagi kabupaten tetangga yakni Kabupaten Sidrap. Dan itu hanya akan menenggelamkan Desa di Maiwa, karena pemukiman Desa Tuncung 100 persen berada ditik rendah 50-75 mpl berdasarkan GPS dari permukaan laut.
“Kami tolak rencana pembangunan Bendungan ini yang memberikan keuntungan Kabupaten Sidrap,”ujar Riyan di Gedung DPRD Enrekang.
Pihakya juga sangat menyayangkan sikap Pemkab yang begitu gegabah menyetujui rencana tersebut tanpa memikirkan dampanya kepada masyarakat, tanpa sosialisasi ke masyarakat yang dirugikan.
Untuk itu,mereka mendesak Pemkab mencabut segala perizinan yang telah diberikan atas nama Pemkab Enrekang.
Selain itu massa juga mengutuk keras upaya Pemkab memuluskan pembangunan tersebut yang tidak terbuka kepada masyarakat.
“Kami mendesak Anggota DPRD Enrekang untuk
memperjuangkan aspirasi kami untuk menyelamatkan
tanah dan pemukiman di sekitar pembangunan bendungan itu,”pinta Riyan Rifaldi.
Anggota DPRD Enrekang, Nurman Amir didepan warga berjanji bersama dengan 30 anggota dewan akan memperjuangkan aspirasi mereka,”Enrekang butuh pembangunan tetapi ketika pembangunan
itu akan menghancurkan kepentingan masyarakat,kami 30 anggota Dewan siap bersama dengan masyarakat menolak pembangunan itu,”janji Nurman. (her/C)
Tolak Pembangunan Bendungan Warga Demo Pemkab

????????????????????????????????????