Site icon Berita Kota Makassar

Ibu dan Anak yang Lumpuh Selamat dari Kebakaran

MAKASSAR, BKM — Jarum jam baru saja menunjuk angka pergantian hari, dari Senin ke Selasa (30/8), sekitar pukul 00.05 Wita. Situasi sangat sepi di Jalan Barukang Raya, RT 02 RW 02, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.
Tiba-tiba saja asap mengepul disusul kobaran api muncul dari sebuah rumah warga. Rumah milik almarhum H Jafar itu ditinggali Andi Yusnaeni bersama empat orang anaknya. Semua penghuninya tengah tertidur pulas di saat api menjilati badan rumah.
Dalam tempo yang singkat, rumah tersebut rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah. Semuanya hangus. Yang tersisa tinggal puing-puing.
Dari penuturan Andi Yusnaeni, di malam nahas itu ia bersama anak-anaknya tidur dengan menggunakan obat anti nyamuk bakar yang disimpang di atas kasus samping anaknya.
”Saya bakarkan obat nyamuk untuk anak saya, lalu saya simpan di atas kasurnya. Setelah itu saya juga tertidur. Saya terbangun ketika asap menyumbat hidung saya. Bersamaan dengan itu terlihat api membakar kasur anak saya dan sebagian dinding rumah,” terang Andi Yusnaeni, kemarin.
Dalam keadaan panik, Yusnaeni kemudian berusaha mengangkat dan menyelamatkan seorang anaknya yang ditemaninya tidur. Selanjutnya mencari tiga anak lainnya yang berada di dalam rumah untuk diselamatkan.
Kebakaran yang melanda rumah panggung cukup tinggi itu, membuat panik warga sekitar. Sebab gumpalan asap dan kobaran api yang ditimbulkannya cukup besar, dan dikhawatirkan menjalar ke rumah tetangga.
Warga yang terjaga setelah mendengar korban minta tolong, langsung mengambil tindakan penyelamatan. Mereka berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya.
Belakangan diketahui, di rumah lain yang ikut terbakar dan bersebelahan dengan rumah yang ditinggali Yusnaeni, ada dua orang warga tengah terbaring lumpuh. Ibu dan anak itu adalah Hj Hamida (80) dan Hj Munawwara (50).
Usaha untuk menyelamatkan keduanya pun langsung dilakukan. Beberapa pemuda setempat mencoba menantang maut guna menolong dua nyawa yang tengah terperangkap kobaran api.
”Siram saja disamping-samping supaya apinya tidak merembes. Saya akan naik menolong yang ada di atas,” terang salah seorang pemuda.
Meski sudah disiram menggunakan air, api tetap saja membesar. Sebab di dalam rumah yang ditinggali dua wanita lumpuh itu terdapat bensin eceran dalam kemasan botol.
Kebesaran Tuhan diperlihatkan dalam upaya penyelamatan ini. Beberapa orang pemuda berhasil mengevakuasi keduanya dari kobaran api. Warga yang jumlahnya tidak sedikit terus memberi semangat kepada mereka.
Tak lama kemudian, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan upaya pemadaman. Sementara personel Polsek Tallo yang juga ada di tempat kejadian, membantu warga mengevakuasi barang-barang.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun tiga unit rumah berukuran cukup besar dilalap api. Satu diantaranya rata dengan tanah. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.
Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Basir Saifullah, mengaku sebelum kejadian dirinya baru saja meninggalkan seputaran lokasi kebakaran. Tiba-tiba saja ia mendengar suara ribut-ribut. Ternyata rumah almarhum H Jafar yang ditinggal Andi Yusnaeni terbakar.
”Saya baru saja tinggalkan lokasi pantau-pantau aktivitas warga. Tiba-tiba saya mendengar suara teriakan. Ternyata kebakaran. Saat itu juga saya bersama warga lainnya berusaha memadamkan api secara manual, dan warga lain menghubungi pemadam kebakaran,” ujarnya.
Basir menyebutkan, ada tiga rumah warga yang terbakar. Masing-masing milik almarhum H Jafar, Hj Hamida (80) dan Hj Hasna Muchtar (70). Sedikitnya ada 19 jiwa yang tinggal di tiga rumah tersebut dan kehilangan tempat tinggal.
Pascakebakaran, sebagian korban mengungsi ke rumah keluarganya masing-masing. Sementara Andi Yusnaeni diungsikan sementara di masjid.
”Korban lain telah mengungsi di rumah keluarganya. Untuk Andi Yusnaeni dan anak-anaknya, kami ungsikan ke masjid. Karena selama lebih lima tahun jadi warga di sini, mereka hanya menumpang di rumah almarhum H Jafar,” terang Basir.
Setelah rumah yang selama ini ditumpanginya ludes terbakar, Yusnaeni meminta untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Wajo. ”Sementara ini kami bersama warga mengupayakan agar dia dipulangkan ke Wajo,” terang Basir. (ish/rus)

Exit mobile version