MAKASSAR, BKM – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sulsel terbilang cukup tinggi.
General Manager Pertamina Region VII Makassar, Tengku Badarsyah mengatakan, rata-rata pembelian bahan bakar di Sulsel tiap bulannya sekira 600.000 kiloliter (KL) untuk seluruh produk yakni premium, pertalite, solar, hingga pertamaks. Angka transaksi
mencapai Rp800 miliar per bulan.
Sementara, total penjualan di seluruh daerah yang masuk dalam Region VII menembus angka total 3,2 juta KL per tahun.
Tengku melanjutkan, penjualan BBM terbesar untuk region VII dikuasai 46 persen ada di Sulsel atau berkisar 1,8 juta KL. “Transaksi bulanan rata-rata Rp2 triliun untuk regional, sedangkan di Sulsel sendiri sekitar Rp800 miliar,” ungkapnya.
Transaksi bulanan PT Pertamina Region VII Makassar menembus angka Rp2 triliun. Khusus untuk wilayah Sulsel,
Itu hanya BBM sama elpiji saja, tidak termasuk produk lubricant sama petrokimia,” kata Tengku Badarsyah, usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur, Selasa (30/8).
Tengku Badarsyah menjelaskan, pembelian bahan bakar sekarang masih didominasi jenis Premium sekitar 40 persen, disusul Solar 30 persen. Namun, khusus untuk Pertalite mengalami pertumbuhan sekitar 13 persen.
“Kami optimistis bisa mencapai target 40 persen untuk Pertalite hingga akhir tahun nanti,” ungkapnya.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Sulsel, Tengku Badarsyah juga melaporkan sumbangsih Pertamina dalam Program Bina Lingkungan hingga kemitraan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pada periode Januari – Juli, khusus untuk Sulsel, Pertamina sudah menyalurkan sekira Rp13,9 miliar.
“Porsi terbesar memang ada di kemitraan, sekira Rp5 miliar lebih. Ada permintaan juga agar kami membina koperasi yang ada di Toraja. Koperasi ini akan menjadi saingan Indomaret dan kami ditugaskan memberikan pembinaan khusus. Kami siap membantu untuk IT. Barangkali mesin hitungnya, sehingga standarnya bisa seperti Indomaret betul. Tapi kalau produknya, dari semua pengrajin di Toraja dipasarkan disitu. Gedungnya sudah disiapkan,” paparnya.
Selain itu, pihak Pertamina juga melaporkan sumbangsih dalam bentuk pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Di Sulsel, porsinya cukup besar yakni 46 persen. Hingga Juli 2016, sudah menembus angka Rp395 miliar. Tengku Badarsyah optimistis bisa menembus angka Rp600 miliar hingga Desember nanti.
“Kalau bisa bertahan berarti lebih besar dari tahun kemarin yang hanya Rp460 miliar. Sekarang satu semester saja sudah hampir Rp400 miliar. Ini salah satu indikator yang menunjukkan bahwa ekonomi Sulsel ini tumbuh. Provinsi lain juga tumbuh, tapi yang terbesar di Sulsel,” terangnya.
Tengku Badarsyah juga menyampaikan rencana kedatangan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, 9 September mendatang, untuk memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin.
Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berharap, Pertamina bisa bersinergi dengan Pemprov Sulsel dalam setiap kegiatan. Tentunya, Pertamina dengan perannya sendiri sebagai BUMN.
“Saya harap Pertamina bisa terlibat di semua kegiatan Pemprov Sulsel. Ada bendera Pertamina disitu,” kata Syahrul. (rhm/war)
Konsumsi BBM di Sulsel Tinggi
