BARRU,BKM — Rencana demo besar-besaran oleh pengurus HMI Cabang Barru, Rabu(31/8) ke Gedung DPRD batal dilakukan. Padahal sehari sebelumnya surat pemberitahuan aksi demo ini sudah sampai ke sekretariat dewan dan pihak kepolisian.
Pengurus HMI memilih mengalihkan kegiatan dengan menyebarkan selebaran menentang pengadaan 22 unit mobil Terios milik para anggota dewan.
Para pengurus HMI Cabang Barru dalam selebaran yang dibagi ke beberapa tempat menuding dewan tidak pro rakyat dan tak punya niat baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Justru para legislator lebih mementingkan kepentingan dirinya dibanding rakyat yang diwakilinya.
Buktinya para wakil rakyat ini melakukan keputusan untuk pembelian kendaraan operasional. Apa yang dilakukan dewan bertentangan dengan PP No 24 tahun 2004 tentang kedudukan protokoler dan keuangan, pimpinan dan anggota dewan perwakilan rakyat.
Ketua HMI Cabang Barru Musfir didampingi Sekretaris Jaya Muchtar dan Ketua Bidang PA Andi Arya Sangiran mengataan di PP diatur kendaraan dinas dan operasional hanya untuk pimpinan dewan. Jadi bukan untuk seluruh anggota dewan. “Mau dibawa kemana rakyat Barru, kalau perwakilannya sebahagian tidak berfikir tentang kesejahteraan rakyat,” ujar Musfir yang diamini kedua rekannya.
Pengurus HMI Cabang Barru yang berusaha dihubungi tidak berhasil. Aktivis HMI hendak dimintai keterangan sekaitan dengan pembatalan aksi demo, kemudian memilih membagikan selebaran ke beberapa tempat di Kota Barru. BKM sendiri memperoleh selebaran itu di Masjid Agung yang disimpan diatas kotak amal masjid.
Sehari sebelum rencana aksi demo Pengurus HMI Cabang Barru. Anggota DPRD Barru dari PPP H Sirua Mustafa menyatakan dewan tidak bertemu massa HMI karena agenda dewan Rabu melakukan konsultasi ke Makassar terkait pembahasan ranperda perangkat daerah.
“Konsultasi kami sudah terjadwal dan ini sudah diagendakan,” ujarnya.
Sekum HMI Cabang Barru Jaya Muchtar membantah pembatalan rencana aksi karena masuk angin. Dia mengakui pembatalan tersebut lebih pada bersifat teknis semata karena adanya informasi yang berkembang kalau aksi HMI bernuansa politis. “Makanya untuk menghindari terjadinya benturan kami memilih menyebarkan selebaran yang menentang pengadaan 22 mobil dinas untuk para anggota dewan yang tidak pro rakyat,” ujar Jaya.
(udi/A)
