Site icon Berita Kota Makassar

Ngaku Karyawan PDAM, Curi Ponsel Warga

PAREPARE, BKM — Aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai karyawan PDAM menimpa salah seorang warga di BTN Ashabul Kahfi Kelurahan Lapadde Kecamatan Ujung.
Sebuah ponsel merek Oppo milik Nisa raib dibawa kabur maling. Peristiwa ini terjadi, Selasa (30/8) sore. Seseorang mengaku karyawan PDAM mendatangi rumah Nisa dengan alasan memeriksa keran air di dalam rumah karena air selalu macet.
Untuk membuktikan agar selalu dapat air maka pelaku masuk untuk mengecek. Penghuni rumah sempat menolak saat pertama datang. Tapi saat datang kedua kalinya, korban terpaksa bersedia menerima pelaku masuk ke dalam rumahnya memeriksa keran air. Apalagi dia mengaku karyawan PDAM. ”Saya percaya karena saat dia Tanya saya bahwa air tidak mengalir besok dan itu benar, maka saya suruh masuk periksa keran,”tuturnya.
Ternyata beberapa jam kemudian sudah menghilang dan HP oppo hilang diambil oknum yang mengaku karyawan PDAM. Saat datang ke kantor PDAM, Selasa (30/8) sore bertemu Direktur PDAM Lukman Hakim.
“Pak adakah karyawanta besar gemuk dan hitam, ia mengaku karyawan PDAM, saat usai periksa keran pelaku membawa HP saya kabur, kejadianya pukul.10.00 wita pagi,”cerita Nisa kepada Direktur PDAM.
Namun saat ditanya apakah punya identitas karyawan PDAM, kata Nisa, tidak ada identitasnya, tapi orangnya di tahu kalau dilihat.
”Saya tidak tanyakan identitasnya, tapi saya lihat wajahnya dan hanya pakaian biasa saat masuk di rumah sendiri,”terangnya.
Lukman Hakim, mengatakan bahwa tidak ada karyawan PDAM bertugas tanpa dibarengi identitas diri, karena pernah kejadian sebelumnya mengaku karyawan PDAM kebetulan karyawan kami pertanyakan identitasnya bahwa karyawan PDAM dimana.
”Beruntung tidak ada korban, baru mengaku karyawan PDAM padahal yang bertanya itu karyawan saya,”tutur Lukman.
”Karyawan PDAM dilengkapi identitas, jika ada yang mengaku tolong tanyakan identitasnya,”tuturnya singkat. (smr/C).

Exit mobile version