PELAKSANA Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, HAM Nurdin Halid (NH) bersama sejumlah pengurus, seperti HM Roem, Arfandi Idris dan Lakama Wiyaka mulai menyusun struktur pengurus Golkar Sulsel transisi.
Sumber yang diterima koran ini, selain HM Roem, Arfandi dan Lakama, posisi strategis juga ditempati Rusdin Abdullah, Kadir Halid, Abdillah Nasir dan Usman Marham. “Susunan struktur pengurus transisi diharapkan rampung sebelum Pak Nurdin Halid berangkat ke Tanah Suci pada 4 September mendatang,” ujar sumber yang minta namanya tidak dikorankan itu, kemarin.
Rusdin Abdullah yang dimintai tanggapannya soal peluang dirinya menempati posisi bendahara juga tak ingin berkomentar. “Janganmi saya yang berkomentar dinda,” kelit Rusdin di Warkop Phoenam Kompleks Topaz, Rabu (31/8).
Di Parepare, kader Golkar mengaku bingung atas pencopotan SYL sebab tanpa informasi dari Golkar Sulsel. Menurut fungsionaris Golkar Parepare, Kaharuddin Kadir, dengan belum adanya penjelasan dari Golkar Sulsel membuat pengurus di daerah kebingungan.
“Siapapun ketua yang ditunjuk DPP Golkar , maka kita harus akui legalitasnya. Sebagai pengurus daerah tetap solid. Namun kita butuh kejelasan status daerah nantinya,” ujar Kaharuddin yang mengaku tetap menunggu petunjuk dari DPD I.
Hal berbeda dikemukakan Wakil Ketua Golkar Enrekang, Arfan Renggong yang menilai pergantian merupakan hal biasa. “Pergantian ini kan biasa dalam organisasi. Masa tugas beliau (SYL) sudah selesai,” kata Arfan yang juga Wakil Ketua DPRD Enrekang.
Arfan berharap, semoga dengan pergantian ini organisasi bisa berjalan dengan baik. “Muda-mudahan musyawarah daerah (musda) provinsi dan kota/kabupaten cepat dilaksanakan. Insya Allah organisasi akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Adapun Golkar Luwu juga dalam status menunggu perkembangan yang ada saat ini. Sekretaris Golkar Luwu, Ashar Mustamin Toputiri menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu terkait konstalasi politik yang berkembang.
“Sampai sekarang Golkar Luwu menunggu putusan DPD I Golkar Sulsel. Seperti apa sikap Golkar Luwu, kita tetap menunggu putusan partai,” kata Ashar .
Golkar Luwu berharap ada upaya pertemuan antara DPP Golkar, DPD I dan seluruh DPD II se-Sulsel untuk membahas seperti apa sikap yang harus ditempuh. “Namun jika memang sudah ketetapan partai, maka jelas harus dilaksanakan. Tapi saran saya harus dilakukan pertemuan menyeluruh,” tandas Ashar. (smr-her-wan/rus)
NH dan Roem Mulai Susun Struktur
