GOWA, BKM — Ratusan pedagang yang berjualan di pasar tumpah Panciro, Kelurahan Mangngalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa akhirnya tumpah ke jalan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Gowa dan kantor Bupati Gowa, Rabu (31/8).
Pedagang yang didominasi pedagang sayuran segar itu membawa serta dagangannya dan meletakkannya di jalan aspal depan kantor DPRD Gowa. Di kantor perwakilan rakyat ini para pedagang terlihat kecewa, sebab tak satupun anggota Komisi II yang membidangi masalah pedagang berada di kantornya. Menurut informasi diperoleh di kantor dewan itu, mereka rata-rata melakukan kegiatan dinas ke Lombok, NTB.
Kemudian para pedagang yang datang menumpangi sejumlah mobil dan sepeda motor itu beralih mendatangi kantor bupati. Mereka meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan mereka, pasca penertiban sepekan lalu yang dilakukan tim gabungan.
Tak berselang lama, perwakilan pedagang diterima Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni yang juga adalah ketua tim terpadu penertiban pedagang di pasar tumpah Panciro tersebut.
“Kami menolak direlokasi ke Pasar Minasamaupa dengan berbagai pertimbangan, kami menerima penertiban jika lokasinya nanti tetap berada di sekitar Panciro dan Kalegowa saja,” tandas Ainun Najib, juru bicara pedagang menyampaikan keinginan para pedagang.
Karenanya para pedagang pun mengajukan opsi kepada wabup agar diberi kesempatan jualan di kawasan Panciro di luar kawasan jalan raya. Mereka menunjuk satu kawasan luas sekira 1 hektar yang cocok digunakan untuk jualan sehingga tidak lagi menempati badan jalan di poros Pallangga-Takalar seperti selama ini mereka lakukan.
Hanya saja, opsi itu tak dikabulkan wabup dengan alasan hanya merupakan akal-akalan pedagang saja. Karena dipastikannya setelah diberi kesempatan berjualan di lahan kosong itu maka lambat laun para pedagang bongkaran itu akan kembali mendekati bibir jalan raya.
Di hadapan para pedagang itu, Wabup Gowa mengatakan, tim terpadu ini dibentuk tiada lain bagaimana agar masyarakat lebih baik, tentunya dengan pengertian bagaimana untuk menjual bukan di pinggir jalan yang dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas tapi berjualan di dalam pasar.
“Pemkab Gowa sudah menganggarkan pada perubahan APBD pembebasan tanah untuk pembangunan pasar di sekitaran Panciro dan Kalegowa. Untuk sementara tidak ada jalan lain bagi para pedagang kecuali mau direlokasi ke Pasar Minasamaupa,” kata wabup.
Wabup juga berharap, baik kepada pedagang maupun mahasiswa yang ikut berdemo agar dapat membantu Pemkab Gowa khususnya tim terpadu. (sar-ril)