Site icon Berita Kota Makassar

Pemkab Mamuju Kembangkan Kebun Energi

MAMUJU, BKM — Bahan baku wood sangat bermanfaat pada proyek energi. Proyek ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sumber daya alam berkelanjutan yang biasa disebut energi berkelanjutan. Tentunya, proyek ini sangat membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
Energi terbarukan ini sangatlah penting, melihat saat ini energi fosil makin hari semakin terbatas. Dan tidak bisa diperbaharui kembali. Penggunaan energi fosil seperti batubara memicu kerusakan dan emisi karbon yang begitu tinggi. Sehingga melalui proyek ini, tentu ada alternatif energi terbarukan yang dapat menjadi pengganti batubara, pengelolaan sumber daya alam yang ada apabila dikelola dengan baik dan profesional.
Mamuju yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Barat merupukan salah satu daerah yang mempunyai potensi strategis untuk pengembangan program ini. Oleh karena itu, Mamuju yang ditunjang dengan ketersediaan lahan dan iklim cuaca yang kondusif, sesuai kebutuhan tanaman pohon kaliandra yang merupakan bahan baku untuk wood pellet yang bisa menggantikan migas dan batubara.
Konsorsium Pembangunan Hijau Mamuju (KPHM) dan Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI), telah bekerjasama dalam menjalankan proyek ini. Proyek kebun energi rendah karbon akan ditanami pohon kaliandra sebanyak 2.5 juta bibit, dengan luas lahan 650 hektare di lokasi proyek, Kecamatan Kalukku (Pamulukang, Guliling, Pokkang, dan Bebanga), Senin (29/8)
Pohon kaliandra merupakan bahan baku dari pembuatan wood pellet. Karena pohon Keliandra sekali tanam selama 20 tahun bisa dipanen terus. Kayu Kaliandra ini memiliki energi dan kalori cukup tinggi sekitar 4700 kilo kalori per kilogram. Dan ini sama dengan kalori batubara yang bisa dimanfaatkan,” ungkap Daru Ascarya, konsultan teknik MCAI saat memberi penjelasan secara teknik.
Ascarya juga menambahkan, secara teknis pohon Kaliandra akan dihancurkan menjadi serbuk kayu dan dimasukkan ke dalam mesin pembuat pellet dan dicetak menjadi pellet. Barang ini bernilai ekonomis karena menjadi subtitusi pengganti batubara. Program ini tidak lain untuk mendukung energi terbarukan.
Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari, saat melaunching program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan kebun energi rendah karbon, mengatakan, kehadiran proyek ini telah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju. Karena program ini bisa dikombain dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Mamuju.
”Dengan munculnya kegiatan ini, kami dari Pemkab Mamuju bisa melakukan kombinasi. Dimana, dengan menanam pohon Kaliandra sekaligus ada pengembangan ternak, baik itu kambing atau sapi yang bisa diternak di sekitar lokasi proyek. Mudah-mudahan proyek ini betul-betul berkelanjutan dan pembinaan yang betul-betul intens ke masyarakat. Apalah arti produk ini kami tanam kalau kami tidak punya ujung. Dan hasilnya tidak tahu kemana kami bawa,” jelasnya.
Pelaksanaan proyek ini melibatkan beberapa organisasi, di antaranya Hapsari (Himpunan Serikat Perempuan Indonesia), SCF (Sulawesi Community Foundation), Yapper (Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi Rakyat), SPM (Serikat Perempuan Mamuju), dan Sande Institute (Sosio Ekonomic Development Institute). (ala/mir/c)

Exit mobile version