Site icon Berita Kota Makassar

Sulsel Rentan Virus Zika

MAKASSAR, BKM — Sulsel merupakan salah satu provinsi yang rentan dimasuki virus zika karena arus manusia dari luar negeri, termasuk Singapura cukup tinggi.
Untuk itu, Masyarakat Sulsel perlu mewaspadai virus zika yang saat ini sedang merebak di Singapura.
Seperti demam berdarah, virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegepty.
Virus ini cukup fatal jika menjangkiti masyarakat, khususnya perempuan hamil karena akan berakibat kematian ibu dan bayi.
Kendati di Sulsel belum ditemukan orang yang terkena penyakit ini, namun Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rahmat Latif meminta masyarakat tetap mewaspadai penyebarannya. Pasalnya orang-orang dari luar negeri secara intens masuk ke Indonesia termasuk Sulsel. Apalagi, Bandara Sultan Hasanuddin merupakan bandara internasional yang memiliki penerbangan langsung (direct flight) dari dan ke Singapura.
Agar virus ini tidak merebak, dibutuhkan langkah antisipatif untuk memutus mata rantai penyebaran virus Zika. Salah satunya, dengan meminta di bandara dan pelabuhan untuk dipasang detektor atau pendeteksi suhu tubuh. Sehingga jika ada orang demam melewati alat itu, akan terdeteksi dan bisa dibawa ke pos kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut jangan sampai sedang terkena virus zika.
Selain itu, pihaknya meminta agar rutin dilakukan fogging untuk memberantas jentik nyamu aedes aegepty yang bisa menyebarkan virus zika.
Pemerintah juga sudah menerapkan travel warning serta meningkatkan kewaspadaan bagi para pelancong atau warga masyarakat yang ingin ke Singapura.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meminta masyarakat tidak terlalu resah terhadap virus zika dan tidak menanggapinya secara berlebihan.
“Jangan terlalu berlebihan tanggapi itu. Beberapa langkah telah dilakukan termasuk langkah antisipatif. Bukan berarti kita tidak waspada,” kata Syahrul.
Dia melanjutkan, kalau ada isu seperti ini, pihaknya pasti sudah menginstruksikan ke instansi terkait untuk langsung mengambil langkah-langkah pencegahan.
Sejauh ini, belum ditemukan laporan yang masuk terkait vius ini di kabupaten/kota. (rhm)

Exit mobile version