MERAIH sebuah prestasi tidaklah semudah membalik telapak tangan. Butuh perjuangan dan kerja keras untuk menggapainya. Faktor ekonomi orang tua tidak harus menjadi kendala.
Laporan: Alpian Alwi
NAMANYA Nurmina Indah Lestari. Ia kini duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 224 Lampia, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Ayahnya bernama Abdul Samid bekerja sebagai petugas kebersihan di kantor Pemkab Lutim. Ia mendapatkan upah Rp1 juta setiap bulannya. Sementara ibunya, Patmawati membantu suami mencari nafkah dengan berjualan seadanya.
Pasangan suami istri ini memiliki tiga orang anak. Yang pertama Muh Faisal Alamsyah, saat ini sementara kuliah. Anak kedua Muh Fajran Ramadani yang kini duduk di bangku kelas III SMA 1 Malili. Nurmina Indah Lestari atau yang akrab disapa Indah merupakan anak bungsu.
Samid dan Patmawati memang punya kepedulian besar terhadap pendidikan ketiga buah hatinya. Dengan kondisi ekonomi yang terbilang pas-pasan, mereka mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.
Kembali ke Indah. Meski baru duduk di bangku SD, prestasi yang membanggakan telah ditorehkannya. Ia adalah peraih juara I Musabaqah Tilawatil Quran tingkat kecamatan. Pernah mewakili Luwu Timur dalam lomba tadarus Alquran yang dilaksanakan di Makassar, Soppeng dan Barru.
Tidak mengherankan bila keseharian Indah akrab dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran. Dibantu Ustaz Faruddin, seorang guru mengaji di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Indah rutin mengaji usai jam pelajaran di sekolah.
”Kalau pulang sekolah saya langsung latihan mengaji di tempat pengajian,” kata Indah, yang jika besar nanti ingin menjadi guru agama Islam.
Ia sedikit bercerita tentang keikutsertaannya dalam even Seleksi Tilawatil Quran (STQ), yang dilakukannya sejak duduk di bangku kelas IV SD. Kala itu ia mewakili Kecamatan Towuti.
Karena baru pertama kali ikut, rasa takut dan khawatir datang menghampirinya. Namun semua itu akhirnya hilang dengan sendirinya berkat dorongan dan support dari guru serta orang tua.
”Pertama kali ikut seleksi waktu masih di kelas IV. Rasa takut dan khawatir pasti ada. Tapi guru dan orang tua selalu memberi support. Alhamdulillah, saya meraih juara harapan I,” ujarnya.
Indah juga pernah mewakili Kecamatan Mangkutana dalam lomba cabang Tilawah Quran golongan anak-anak. Hasilnya, ia meraih juara pertama.
Tahun 2013 lalu, Indah mewakili Tomoni dan berhasil meraih juara harapan satu. Tahun 2015 mendapatkan juara I STQ tingkat kecamatan, dan juara III lomba tadarrus Alquran putri pada kegiatan Festival Anak Saleh.
Maret 2016 lalu, Indah kembali meraih juara pertama lomba cabang tilawah Quran golongan anak-anak putri pada MTQ yang digelar di Kecamatan Burau.
Indah bersyukur, karena dari 30 orang peserta seleksi MTQ tingkat kecamatan, hanya dirinya satu-satunya yang lolos dan diutus untuk mewakili Luwu Timur ke tingkat kabupaten tahun 2016.
Ibu kandung Indah, Patmawati menyatakan kesyukurannya karena memiliki anak-anak yang memiliki bakat khusus. Tak terkecuali Indah. Sebab, apa yang dipunyai anak-anaknya itu akan menjadi bekal di akhirat nanti.
”Tiga anak sayapunya bakat yang sama, karena bapaknya sedikit punya keahlian dalam melantunkan ayat suci Alquran,” kata Patmawati merendah, ketika ditemui di kediamannya Dusun Makarti, Desa Harapan, Kecamatan Malili.
Guru Agama Islam SDN 224 Lampia, Nurul Fajar yang ditemui terpisah, mengaku bangga dengan prestasi yang telah diraih Indah. ”Bukan hanya membawa nama harum kecamatan atau daerah yang ia wakili, tapi juga nama sekolah. Karena itu kami bangga punya murid seperti dia,” tandasnya. (*/rus/b)