GOWA, BKM–Mantan Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel, Ichsan Yasin Limpo, yakin bisa menghadapi intrik penjegalan dirinya untuk memimpin Golkar Sulsel jelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel yang belum diketahui kapan digelar.
Hal itu dilontarkan Ichsan saat menghadiri Jumbara Palang Merah Remaja (PMR) di Lapangan Bontotangnga, Alur C Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Senin (5/9).
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan kepada pihak-pihak yang mencoba memplesetkan kegiatan PMI ke ranah politik. “PMI akhir-akhir ini sangat rawan diplesetkan ke politik. Jangan coba-coba campur adukkan PMI dengan politik. Soal saya dijegal di tempat lain, itu urusan saya dan saya yakin bisa menghadapinya dan jangan hubungkan dengan PMI,” ungkapnya.
Secara organisasi, PMI menurutnya, tidak boleh berpolitik. “Bukan berarti orang PMI tidak boleh berpolitik, tapi secara organisasi, PMI tidak boleh berpolitik,” katanya.
Ichsan sendiri hadir di Gowa dalam rangka mengikuti pembukaan Jumbara tingkat Kabupten Gowa. Dalam sambutannya, ia banyak mengajak untuk ikut serta dalam melakukan donor darah.
Sebelumnya, Ichsan menilai, penundaan Musda Golkar dan penunjukan Nurdin Halid sebagai Plt Ketua Golkar Sulsel, bisa saja merupakan cara lama untuk menjegalnya. Apalagi, jika Musda Golkar Kabupaten Kota digelar lebih awal dari jadwal Musda Golkar Sulsel. “Kita lihat, kalau DPP menunda Musda DPD I dan kemudian masuk DPD II (lebih awal) berarti itu ada bentuk intervensi yang kuat dalam rangka menjegal seseorang untuk jadi ketua,” kata Ichsan kala ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (1/9) lalu.
Di hadapan ribuan anggota PMI dan PMR, adik kandung Gubernur Syahrul Yasin Limpo menilai upaya penjegalan dirinya bukan tanpa sebab. Dia yakin kekuatannya untuk maju bersaing di Musda serta Pilgub justru akan bertambah dengan adanya upaya penjegalan atas dirinya itu. “Saya tahu bahwa saya berusaha ditutupi pintu untuk maju. Tapi saya tidak takut, saya akan lawan sendiri,”jelas Ichsan yang tetap mengingatkan agar PMI harus independen sebagai lembaga kemanusiaan.
Politisi Senior Golkar HM Roem yang ditemui diruang kerjanya menegaskan bila hingga saat ini susunan pengurus transisi Golkar Sulsel belum ada. “Apanya yang saya mau sampaikan kalau tak pernah ada pembahasan atau pembicaraan sosal susunan struktur,”ujar Roem kemarin. Menurutnya apa yang disampaikan Nurdin Halid jika dirinya ikut terlibat ditanggapinya datar. “Soal pernyataan Nurdin itu tidak bisa dijadikan dasar. Saya harus punya dasar untuk melakukan sesuatu. Apa saja bisa saya lakukan sepanjang ada penugasan dari partai,”tegas Roem yang juga Ketua DPRD Sulsel ini. (sar/ita)