MAKASSAR, BKM — Meski banyak JCH yang dipulangkan dari Filipina, ternyata ada juga yang berhasil berangkat ke Tanah Suci melalui negara tetangga itu. JCH yang lolos dan saat ini sedang menunaikan rukun Islam yang kelima, diperkirakan lebih banyak dibading yang dipulangkan hari Minggu (4/9).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, mayoritas JCH tersebut berasal dari daerah ini. Otomatis mereka nantinya akan pulang melalui Filipina. Diperkirakan jumlah JCH asal Sulsel yang berhasil lolos berangkat ke Tanah Suci sekitar 700 orang.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meyakini jamaah haji ilegal terbanyak berasal dari Sulsel. “Yang dipulangkan kemarin itu hanya ekor-ekornya saja. Hanya sebagian kecil. Yang terbesar diperkirakan dari Sulsel,” kata Syahrul.
Dia menjelaskan, JCH yang berangkat via Filipina itu menggunakan kuota haji negara tersebut yang tersisa sekitar 2.000 orang. “Sekitar 1.000 kuota dipakai jamaah asal Indonesia. Sebagian besar JCH itu berasal dari Sulsel,” terangnya.
Syahrul mengaku benar-benar marah melihat rakyatnya mengalami hal itu. Bahkan dirinya sampai mendatangi Ketua DPR RI untuk membahas persoalan tersebut.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya sedang bersiap untuk menerima sekitar 700-an warga Sulsel yang akan pulang dari Saudi Arabia setelah menjalankan ibadah haji.
Ia memastikan mereka akan dipulangkan melalui Filipina, sesuai dengan paspor yang dipegang. Setelah tiba mereka pun akan ditangkap oleh imigrasi Filipina.
Karenanya, dalam waktu dekat, dia akan mengutus orang ke Filipina untuk membicarakan persoalan tersebut. Sekaligus berbicara dengan Presiden Filipina guna mencari jalan keluarnya.
“Dalam waktu dekat saya akan utus orang ke Filipina. Pak Sekda mungkin. Saya juga akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Filipina,” jelasnya.
Sejauh ini, belum ada data pasti jumlah jamaah haji asal Sulsel yang berhasil ke Tanah Suci lewat jalur Filipina. Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulsel, Abdul Wahid Tahir, pihaknya terus menggali informasi namun belum ada data yang berhasil dihimpun.
“Sampai sekarang belum ada data yang kami peroleh. Kami terus berkoordinasi dengan Kedubes Indonesia di Filipina dan Kementerian Luar Negeri,” ungkap Wahid.
Dia melanjutkan, pihaknya harus menunggu para jamaah itu pulang berhaji dulu baru bisa didata.
Terkait travel nakal yang membawa para jamaah haji itu ke Filipina, Wahid mengaku pihaknya tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, travel yang memberangkatkan mereka tak punya izin resmi sehingga tak bisa ditindaki.
“Bagaimana mau dikasih sanksi kalau travel-travel itu tak punya izin resmi beroperasi,” tandasnya.
Karena itu, langkah yang akan ditempuh adalah hukum alias memidanakan travel nakal tersebut. “Jadi itu akan dibawa ke ranah hukum,” pungkasnya. (rhm/rus)
Siap-siap, Ada Lagi 700 Haji Asal Sulsel Bermasalah di Filipina
