LUWU, BKM — DPRD Luwu memutuskan membatalkan pembangunan jembatan Pantai Ulo-Ulo akibat adanya pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat Kesekapatan ini dicapai melalui rapat pembahasan RAPBD-P 2016 di Gedung DPRD Luwu, Selasa (6/9).
“Kita di dewan sepakat membatalkan pembangunan jembatan di Ulo-Ulo akibat pemotongan anggaran 10 persen di Dinas Bina Marga.” ujar pimpinan sidang Andi Muharir.
DPRD Luwu kembali membahas RPBD-P tahun 2016. Pembahasan dipimpin Ketua DPRD Luwu Andi Muharir, Wakil Ketua Arifin Wajuanna dan Wakil Ketua Ikhsan Sunusi.
Pembahasan RAPBD-P terkait PAD Dinas Bina Marga dimana realisasinya dari batu pecah mencapai Rp 150 juta dari target Rp 200 juta. Sedang saat ini proses pekerjaan proyek sedang berjalan jadi tambahan PAD masih bisa mencapai Rp 75 juta sementara realisasi pekerjaan proyek sudah mencapai 85 persen.
“Pak Kadis Bina Marga sebaiknya menggunakan anggaran semaksimal mungkin jangan sampai terjadi lagi pemotongan anggaran,”ujar Ketua DPRD Luwu Andi Muharir kemarin.
Dewna juga menyoroti pembebasan lahan depan RSUD Batara Guru tembus SMA Unggulan Kamanre untuk pembangunan akses jalan jalur dua di pusat Kota Belopa.
“Pembebasan lahan harus ada indikator bukan keyakinan, jika tak mampu dibebaskan sebaiknya anggarannya dialihkan ke Bastem saja “kata Rusli Sunali Sementara anggota DPRD dari Fraksi Golkar Yamin Annas menyoroti soal harga pembelian lahan untuk pembangunan jalan jalur dua. “Kami di DPRD memberi waktu hingga finalisasi jumat pekan ini soal laporan anggaran APBD-P 2016 untuk menyelsaikan laporam administrasinya untuk pembebasan lahan yang di tangani Dinas Bina Marga “tutur Yamin Annas kemarin. (wan/C)
Anggaran Dipangkas, Proyek Jembatan Dibatalkan
