MAKASSAR ,BKM — Ratusan warga yang bermukim di Jalan Kandea III melakukan aksi demo di depan Kantor Kecamatan Bontoala, Selasa (6/9) pagi.
Mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan protes penggusuran yang akan dilakukan Pemkot Makassar.
Warga dengan nada lantang mengaku akan berusaha mempertahankan hak mereka dari ancaman penggusuran.
Aparat TNI Koramil 1408/Bontoala Dipimpin Danramil, Mayor Inf Laksono, turun lansung melakukan pengamanan dan memfasilitasi pengunjukrasa atas isu penggusuran lahan seluas 5.289 meter persegi.
“Kami melakukan aksi ini untuk mendapat kejelasan penggusuran lahan, karena hingga saat ini masih simpang siur siapa yang menggugat dan siapa yang digugat,” ujar Syamsul Alam, Kordinator Aksi.
Aksi tersebut mereda setelah mendengar penjelasan dari Kepala Bagian Hukum Pemkot Makassar, Muhammad Manai Sofyan, didampingi Camat Bontoala, Syamsul Bahri serta Lurah Baraya, Burhan.
Menurut Manai, yang digusur bukan tempat tinggal warga tetapi hanya berupa lahan jalan. “Hanya jalanan yang akan dieksekusi,” ujar Manai.
Untuk itu, Manai meminta warga jangan mau diprovokasi atau menerima isu-isu yang tidak benar. “Gugatan yang diajukan penggugat Tombingsiang ke tergugat Pemkot Makassar hanya lahan jalan dan telah selesai,” tutup Manai.(ish)