Site icon Berita Kota Makassar

Piatu yang Jago Nyanyi Qasidah dan Saritilawah Alquran

MENGUKIR prestasi bisa dilakukan kapan dan di mana pun. Termasuk dengan siapa kita menjalani hidup.

LAPORAN: RUSDI NASARUDDIN

UMUR Julhasani saat ini baru 13 tahun. Di usianya yang masih belia, berbagai prestasi telah ditorehkannya. Utamanya di bidang olah vokal.
Yang unik, siswa SMP Negeri 3 Barru yang akrab disapa Ijul ini mengkhususkan diri pada jalur musik qasidah. Bahkan ia sudah dua kali meraih juara tingkat Sulsel sebagai vokalis qasidah.
Selain itu, di sekolahnya Ijul juga merupakan siswa berpestasi di bidang akademik. Yang lebih membanggakan lagi, ia juga pernah ikut Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kabupaten Barru.
Sejak di SD Inpres Camming hingga menjadi siswa di SMP Negeri 3 Barru, Ijul beberapa kali meraih ranking 1, 2 dan 3 di sekolahnya.
Pencapaian prestasi itu diraih Ijul di bawah asuhan om dan tantenya. Sebab, ibu kandungnya telah tiada. Kecelakaan maut yang terjadi di Kalimantan Timur telah merenggut nyawa sang ibu bersama adik bungsu Ijul. Ketika itu Ijul baru berusia 2,5 tahun.
Pascakejadian itu, Ijul yang telah piatu hidup bersama Gustan. Selanjutnya, Gustan menyerahkan pengasuhan Ijul kepada adiknya bernama Wahida (56) dan suaminya, Jamaluddin yang tinggal di Dusun Camming, Desa Palakka, Kabupaten Barru. Keduanyapun telah menganggap Ijul sebagai anaknya sendiri. Pasangan suami istri ini belum dikaruniai anak.
Ditemui di kediamannya, Wahida menceritakan perjalanan hidup ponakannya yang mulai diasuhnya sejak berumur 2,5 tahun. Ia beberapa kali menyeka air matanya ketika menceritakan peristiwa tragis yang menjemput nyawa adik ipar dan seorang keponakannya.
”Ijul ini sudah seperti anak saya. Sejak kecil saya sekolahkan sampai sekarang. Semoga apa yang dia cita-citakan bisa diraihnya,” kata Wahida sambil meneteskan air mata.
Ayah kandung Ijul, Gustan menuturkan, anaknya memiliki bakat di bidang olah vokal untuk jenis lagu qasidah. Bersamaan dengan itu pula muncul kemampuan saritilawah Alquran.
Gustan yang hidup merantau di Kalimantan Timur, tidak heran dengan dua kemampuan yang dimiliki anaknya ini. ”Almarhumah ibunya memang pintar menyanyi. Mungkin itu yang diwarisi anaknya,” kata Gustan, yang mengaku sudah berkeluarga lagi setelah istri pertamanya meninggal dalam kecelakaan lalulintas.
Julhasani yang lahir 28 Juli 2003, sekarang tercatat sebagai siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Barru. Ia mengaku banyak belajar olah vokal dari guru mengajinya, Yusuf Al Bahtimi yang tinggal di Batu Bessi.
”Pak Yusuf yang mengajarkan saya untuk belajar melalui HP dengan mendonlowd lagu qasidah. Terutama dari kemampuan vokal Wafiq Azizah di dunia maya. Saya banyak belajar tentang kemampuan Wafik dalam dunia tarik suara,” terang Ijul.
Berkat kemampuannya menyanyikan lagu-lagu qasidah, berbagai juara telah disabetnya. Diantaranya juara I Bintang Vokalis Anak-anak Putra pada Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Sulsel tahun 2015. Saat itu ia masih duduk di bangku kelas VI SDN Camming.
Predikat juara 2 Bintang Vokalis Anak-anak Putra pada Festival Seni Qasidah tingkat Sulsel diraih Ijul pada ajang MTQ tingkat Sulsel 2016 yang dilaksanakan di Kabupaten Barru.
”Bapak saya Jamaluddin (Ijul memanggil omnya itu dengan sebutan bapak) juga suka menyanyi lagu-lagu berirama gambus, dan banyak menginspirasi dirinya,” tuturnya.
Di bidang akademik, saat duduk di kelas I hingga kelas III SD selalu meraih peringkat 2, dan peringkat 1 di kelas IV SD. Masuk semester I di SMP, ia berada di peringkat 8, dan peringkat 3 di semester 2 waktu kelas VII SMP.
Kehebatan dalam tilawatil Quran juga menjadi bagian dari kemampuan Julhasani. Dia kerap mengikuti seleksi tingkat kabupaten Barru sebagai saririlawah golongan anak-anak.
Menurut Muhtadin, senior Ijul di tempat belajarnya membaca saritilawah Qur’an di rumah Yusuf Al Bahtimi, Ijul memiliki kemampuan ganda. “Hebat sebagai penyanyi qasidah, bisa saritilawah Qur’an dengan sangat baik dan juga meraih prestasi akademik di sekolah,” ujarnya.
Kemampuan Ijul dalam olah vokal kini dihargai warga sekitar Desa Palakka. Setiap ada hajatan pengantin, ia pasti menjadi bagian dari penyanyi elekton. Namun ia tetap konsisten dengan lagu qasidah yang dibawakan. Ijul kini sudah terdaftar sebagai salah satu vokalis tetap musik elekton Cahaya Musik.
”Kalau ada pesta pengantin, biasa terima honor Rp 100 ribu dengan menyanyikan tujuh lagu. Saya biasa tampil hingga 20 kali dalam satu bulan. Terutama jika musim pengantin,” terangnya.
Jamaluddin yang telah dianggap Ijul seperti bapak kandungnya, rela mendampingi setiap ia tampil di hajatan pengantin. (*/rus/b)

Exit mobile version