Site icon Berita Kota Makassar

Staf Sekwan Mengeluh, Honor Tidak Kunjung Dibayar

MAKASSAR, BKM– Sejumlah staf Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar yang masih berstatus tenaga honorer mulai mengeluh karena gaji mereka tidak kunjung dibayar selama empat bulan.
Salah seorang tenaga honorer yang tidak ingin namanya dikorankan mengaku ada kesan ketidak adilan dalam pemberian gaji kepada honorer yang bekerja di DPRD Makassar.
Sebab ada honorer yang lancar diberikan gaji ada honorer yang belum dibayarkan hingga berbulan-bulan lamanya. Apalagi, gaji tenaga honorer hanya sebesar Rp500 ribu perbulan.
” Kami pegawai Sekwan DPRD terkhusus pegawai kontrak. Meminta tolong kapada rekan-rekan media untuk mendengar curhatan kami. Kami setiap bulan sering terlambat terkadang dua bulan Honor dipotong kami tidak tahu juga alasannya apa,” Keluh honorer yang sudah 11 tahun mengabdi di DPRD Kota Makassar itu, Rabu (7/9).
Sementara itu, sejumlah tenaga honorer yang turut ditemui BKM juga mengaku, sering mangalami keterlambatan menerima gaji hingga empat bulan lamanya. “Biasa ji memang terlambat, kemarin bahkan empat bulan tidak cair gaji ta,” beber pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretariat Dewan (Sekwan) Adwi Umar menampik jika honor pegawai kontrak yang tidak merata dan tidak tepat waktu. Menurutnya, adapun keterlambatan yang diberikan upah hanya persoalan teknik dipembukuan keuangan.
“Kita tidak pernah terlambat membayarkan upah pegawai sampai berbulan-bulan. Adapun keterlambatan karena ada revisi yang dilakukan di keuangan setelah itu di cairkan,” tuturnya.
Selain itu, Adwi menjelaskan, gaji setiap honorer dibayarkan sesuai absensi kehadirannya di kantor.
” Kita memang selektif memberikan honor kepada tenaga kontrak. Hanya mereka yang punya tingkat absensi dan kehadiran yang bagus serta kinerja yang baik dapat memperoleh gaji,”kata mantan Kepala Bagian Umum itu.
Pegawai honorer dilingkup sekretariat dewan disebutkan Adwi berjumlah 105 orang.(ita)

Exit mobile version