JENEPONTO — Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan melibatkan tim ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, untuk meneliti kandungan kerang yang dikonsumsi warga korban dugaan keracunan di Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, pekan lalu.
Hal tersebut disampaikan Bupati Jenepontio, Iksan Iskandar kepada media saat menanggapi progres penanganan kasus dugaan keracunan kerang di Jeneponto, Rabu (7/9).
Iksan mengatakan, pelibatan tim ahli dari Unhas Makassar untuk memastikan kandungan racun yang diduga berasal dari kerang di wilayah Jeneponto. Penelitian ini, menurut Iksan, untuk menguatkan pernyataan pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar yang mengatakan kerang yang dikonsumsi warga mengandung Arsenik dan Sianida.
“Makanya kita akan turunkan tim ahli dari Unhas untuk memastikan kandungan racun di dalam kerang yang di makan warga. Nanti kita buktikan apakah dari dampak bom bius ikan atau ada penyebab lainnya, ini yang perlu diteliti,” tegas Iksan.
Meski demikian, Iksan belum menjelaskan kapan ahli Unhas turun melakukan penelitian di Jeneponto. Iksan mengaku masih melakukan koordinasi dengan pihak Unhas, termasuk anggaran penelitian yang dibutuhkan nantinya.
“Soal butget peneliti tergantung kesepakatan nantinya.Kalau sampai Rp 20 miliar tentun kita tolak, tapi kalau hanya Rp 20 juta silahkan turun meneliti,” tegas Iksan.
Terpisah, Wakil Bupati Jeneponto Mulyadi Mustamu mengaku sejauh ini kerang masih diperjual belikan disejumlah pasar di Jeneponto. Mulyadi juga mengaku masih mengkonsumsi kerang, namun tak mengalami gejala keracunan. “Kerang masih banyak yang jual. Saya makan juga, tapi tidak kenapa-napa,” ujar Mulyadi.
Seperti diketahui, kasus dugaan keracunan kerang di Jeneponto menimpah 78 orang. Tiga diantaranya dinyatakan meninggal dunia. (krk-ril)