MAKASSAR, BKM–Pekan pertama menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo meluangkan waktunya untuk mengunjungi sejumlah instansi di bawah naungan Dinas Pendidikan Sulsel.
Jika hari-hari sebelumnya, None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah sekolah luar biasa (SLB) di bawah naungan Dinas Pendidikan Sulsel, maka pada Jumat (9/9) adik kandung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ini melakukan sidak di SMA Negeri Khusus Keberbakatan Olahraga (Smanko) Makassar.
Di sekolah ini, None mengunjungi seluruh ruangan dan lapangan olahraga yang menjadi penunjang fasilitas sekolah tersebut. Setelah melakukan kunjungan, None bersama seluruh guru atau tenaga pengajar di sekolah tersebut melakukan dialog.
Saat berdialog, sejumlah tenaga pengajar di Smanko berkeluh kesah, khususnya para tenaga pengajar yang non Apartur Sipil Negara (ASN) atau guru honorer.
“Terus terang pak, kami guru honorer tidak bisa fokus mengajar, karena kami harus membagi fokus kami untuk mencari uang transportasi. Karena kalau mengandalkan gaji kami sangat tidak cukup pak,” ujar salah seorang guru honorer.
Mendengar hal tersebut, None ikut prihatin. Hanya saja, sampai saat ini dirinya masih berpikir untuk mencarikan solusi yang terbaik untuk para tenaga guru kontrak tersebut.
“Coba seandainya pengangkatan guru honorer menjadi ASN itu kewenangan kami di Pemprov Sulsel. Selesai, saya akan pertaruhkan itu. Masalahnya sekarang, itu bukan kewenangannya Pemprov. Kalau kewenangannya Pemprov aman, kalau perlu saya minta Pak Gub tandatangani, ya kebetulan pak gub ini saya kenal baik,” ujar None yang diikuti tawa para guru honorer.
Meski demikian, None tetap akan memikirkan langkah apa yang akan ditempuh sebagai sebuah solusi untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer di Sulsel.(rls)
Guru Honorer Mengadu ke None
