Site icon Berita Kota Makassar

Ingin Honeymoon di Bali

LAIN lubuk lain ikannya. Lain orang lain pula keinginannya. Jika banyak orang yang ingin menikmati liburan di Pulau Bali, lain halnya dengan wanita yang satu ini. Ia baru akan menginjakkan kaki di Pulau Dewata itu setelah menikah nanti.
Sebenarnya, Alia Mutiarani sukanya travelling. Jalan-jalan ke berbagai kota sudah ia lakoni. Tujuannya, menikmati keindahan alam sekaligus berwisata mengetahui budaya yang ada.
Cewek yang akrab disapa Alia ini sudah mendatangi lebih dari 10 kota yang ada di Indonesia. Hanya saja, Bali yang merupakan destinasi wisata andalan negeri ini belum pernah didatanginya. Untuk yang satu ini, Sekretaris Direktur Polinas LP3I kampus Alauddin ini punya alasannya. Keinginan Alia, ia akan berkunjung ke Pulau Bali kelak setelah ia menikah. Diapun terus memendam keinginan untuk berkunjung ke Bali, meski banyak yang menawarinya ke sana.
”Sebenarnya sudah banyak sih teman yang menawarkan untuk ke sana. Saya cuman bilang, baru akan ke sana kalau untuk honeymoon bersama suami. Tapi sekarang kan belum menikah,” ujarnya ditemui di sela-sela kesibukannya, Kamis (8/9).
Perempuan kelahiran Makassar, 3 Oktober 1986 ini berharap tidak lama lagi bisa melangsungkan pernikahan dengan kekasih yang belum lama ia jumpai. ”Untuk menikahnya belum ada jadwal pasti. Tapi dia sudah serius untuk meminang saya. Kami bertemu baru-baru ini,” tambahnya.
Ditanya soal aktivitas bekerja, anak ke tujuh dari 10 bersaudara ini mengakui, dalam setiap pekerjaan punya risiko dan tanggung jawab yang mesti diemban. Apalagi dengan posisinya saat ini selaku sekretaris direktur.
”Selama ini kan ada imej yang sudah terbentuk tentang seorang sekretaris. Tapi saya berusaha mengubah imej itu. Sampai sekarang semuanya berjalan baik-baik saja. Hubungan antara saya selaku sekretaris dan direktur seperti adik kakak. Saya juga sering bertemu dengan istri Pak Direktur. Bahkan selalu berkumpul di rumahnya. Jadi kekeluargannya sudah kental sekali,” terangnya.
Karena statusnya yang belum menikah, putri pasangan H BAM Ratmiddin dan Hj Mirajiza kerap kali diganggu dan diisengi, baik oleh mahasiswa maupun dosen. Namun semua itu dianggap Alia sebagai bagian dari kekeluargaan yang sudah lama terbangun di kampus Polinas.
Sejak bergabung di kampus yang menyiapkan alumni siap kerja ini, Alia menyatakan keinginannya untuk selalu berada dalam dunia pendidikan. Ia merasa nyaman, karena bergaulnya dengan mahasiswa serta tenaga pendidik. ”Perguruan tinggi itu juga tidak ada matinya,” tandasnya. (ita/rus)

Exit mobile version