PAREPARE, BKM — Seorang perwira TNI yang juga mantan Komandan Kodim (Dandim) 1403/Pinrang, Letkol Mangiring Pangaribuan ditemukan meninggal di dalam kamar 208 Hotel Denpasar, Kota Parepare, Jalan Abu Bakar Lambogo, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Minggu (11/9) sekitar pukul 15.02 Wita.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sumantri Kota Parepare. Mayat korban tiba di kamar mayat RS sekitar pukul 18.15 Wita.
Kepala RS Sumantri Parepare, Mayor dr Mario, mengatakan berdasarkan hasil otopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. ”Setelah diperiksa, tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Informasi yang berhasil dihimpun BKM di hotel tempat korban ditemukan tak bernyawa, menyebutkan tewasnya korban diduga over dosis (OD). Saat ditemukan oleh security bernama Johny bersama Silva, karyawan hotel, mulut korban berbusa.
Jhony menuturkan, Minggu siang sebelum korban ditemukan, ia menerima informasi dari rekan kerjanya, Silva, bahwa ada bau yang menyegat hidung dari dalam kamar yang ditempati Mangiring Pangaribuan. Keduanya kemudian mencoba membuka pintu. Namun karena terkunci, pintu kamar tak bisa terbuka.
“Kami mencium bau menyegat di lantai II kamar 208. Kami lalu naik mengecek dan mengetuk pintunya. Namun tidak ada jawaban. Kami kemudian berinisiatif membuka pintu kamar dengan memakai kunci serep,” terangnya.
Meski memakai pintu serep, ternyata pintu tidak bisa terbuka sebab terkunci dari dalam. Mereka kemudian mengintip melalui lubang pintu. Namun yang terlihat hanyalah kaki korban yang tidak bergerak. Akhirnya, pihak hotel melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.
Sekitar pukul 15.30 Wita, anggota Polsek Soreang datang. Mereka kemudian bersepakat dengan manajemen hotel untuk menobrak pintu. Ternyata, saat pintu berhasil terbuka, bau semakin menyegat. Ternyata di dalamnya ada sesosok mayat laki-laki terbujur kaku dengan mulut berbusa.
Pihak kepolisian telah memeriksa identitas korban. Ia merupakan anggota TNI yang bermukim Jalan Baumassepe Nomor 16 Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Pihak kepolisian langsung mengevakuasi korban.
Dari hasil pemeriksaan catatan pesan kamar, ternyata yang memasan adalah seorang perempuan beralamat di Jalan HA Depu Nomor 11 Mamuju, Sulbar.
Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi melalui kasat Reskrim, AKP Heri S mengatakan, dari hasil olah TKP yang dilakukan, ditemukan identitas mayat adalah anggota TNI. Selanjutnya, jenazahnya diserahkan ke TNI.
”Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,. Jenzahnya sudah diserahkan ke kesatuannya. Untuk lebih jelasanya silakan ke Korem,” terang Pria Budi.
Belum ada penjelasan resmi dari pihak TNI terkait kematian salah seorang anggotanya ini. Jenzah korban telah dibawa pihak keluarga ke Kabupaten Pinrang untuk dikuburkan.
Hotel tempat korban meninggal hanya berjarak beberapa meter dari markas Koramil Soreang. Dandim 1405/Mallusetasi Letkol Syarifuddin ketika dikonfirmasi tidak bersedia memberikan keterangan.
Salah seorang karyawan hotel bernama Sri, mengatakan korban check in pada Sabtu (10/9) pukul 15.52 Wita. Tanpa ada yang menemani, ia masuk ke dalam kamar 208.
“Masuk hari Sabtu (10/9) sekitar pukul 15,52 Wita. Tidak ada orang ditemani ketika masuk,” ujar Sri.
Namun, menurut Sri, dari hasil rekaman CCTV di Hotel Denpasar, terlihat seorang wanita memakai helm keluar dari kamar hotel. Hanya saja petugas hotel tidak tahu menahu nama wanita itu. Sebab ketika masuk, ia tidak ditanyai tentang identitasnya.
“Kita tidak tanya namanya, nanti dia tersinggung” ungkap Sri (mup-smr/rus/c)