Site icon Berita Kota Makassar

Golkar Transisi Lakukan Penataan Kelembagaan dari Desa hingga Provinsi.

MAKASSAR, BKM–Pengurus Golkar Sulsel transisi mulai melakukan penataan kelembagaan dari Desa hingga ke Provinsi. Hal ini disampaikan sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Transisi Abdillah Natsir pada sejumlah wartawan di sekretariat Golkar Sulsel jalan Botolempangan, Selasa (13/9).
Menurut Abdillah, penataan yang dimaksud dengan membenahi seluruh infrastruktur partai dari Pimpinan desa (Pimdes) atau Pimpinan Kelurahan (Pimlur). Selanjutnya pembenahan naik pada tingkat Pimpinan Kecamatan (Pimcam) hingga Musyawarah Daerah (Musda).
Terkait pelaksanaan Musda, apakah didahulukan Kabupaten Kota daripada Musda tingkat provinsi, Abdillah yang juga bakal calon Bupati Pinrang ini menjawab diplomatis. “Kalau itu hanya soal teknis saja apakah dari bawah naik keatas atau dari atas turun kebawah. Penataan kelembagaan itu mesti dipercepat,”jelasnya.
Sebelumnya, Abdillah mengumumkan struktur pengurus DPD Golkar Sulsel transisi dari DPP sehingga semua pengurus dan kader sudah dapat beraktifitas sesuai dengan tugas dan fungsinya. “Kita akan menggelar rapat pengurus pada besok (Rabu) guna membahas sejumlah agenda , termasuk persiapan Musda,”ujar Wakil Ketua Bidang Pemilu HA Kadir Halid kemarin.
Pengurus Golkar Sulsel transisi tak jauh berubah sebagaimana draft yang diberitakan sebelumnya, “Perubahannya hanya sedikit saja,”ujar Rusdin Abdullah yang kini mendapat tugas sebagai Wakil Ketua Koordinator Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat.
Struktur baru yang berjumlah 162 pengurus pleno ini tetap diisi loyalis Syahrul Yasin Limpo (SYL) seperti Makbul Halim yang ditempatkan pada bidang media dan penggalangan opini, Arfandi Idris, Andi Yagkin Padjalangi, Marzuki Wadeng, Chaerul Tallu Rahim dan Farouk M Betta. Selain itu, ada Usman Genda, Armin Mustamin Toputiri, Peter Gozal, Rahmansyah, Syamsuddin saenal, Muhlis Sufri serta Andi Ina Kartika.
Nama yang baru diantaranya M Darwis Bastama, Asrul Asron, Sudirman Numba, Hj Heriani, Sadik Renaldi, Frenki Baramuli serta Haris Yasin Limpo.
Abdillah menepis bila konposisi transisi banyak menjegal loyalis SYL. “Pasti kita kondisional, tidak ada yang terjegal. Kalau itu tanya langsung ke DPP, SYL kan masuk DPP sebagai Wakil ketua dewan pakar,”pungkasnya. (rif)

Exit mobile version