Site icon Berita Kota Makassar

Cinta tak Direstui Berakhir Petaka

MAKASSAR, BKM — Kata orang cinta itu buta. Setidaknya itulah yang dilakoni pasangan sejoli ini, Samuel (22) dan Mega (20). Mereka tetap menjalin kasih meski tak mendapat restu. Petaka pun menjadi akhirnya.
Samuel merupakan warga Jalan Antang, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Sementara Mega berdomisili di Mangasa, Kabupaten Gowa.
Jalinan cinta keduanya mendapat tentangan dari keluarga masing-masing. Perbedaan keyakinan menjadi pemicunya. Samuel seorang Nasrani, sementara Mega beragama Islam.
Namun perbedaan itu tak menghalangi mereka untuk tetap saling mencinta. Keduanya sulit dipisahkan. Pertemuan dilakukan secara diam-diam di sela-sela waktu kerja, karena Mega acapkali dipantau keluarganya.
Tapi seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Sepintar-pintarnya Semuel dan Mega menyembunyikan kisah kasihnya dari keluarga, tetap ketahuan jua.
Keduanya tepergok saat sedang sekamar di kos-kosan Samuel di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang. Samuel bahkan harus menahan perih karena babak belur dihajar oleh belasan keluarga dan saudara Mega. Diapun terpaksa diamankan ke Mapolsek Panakkukang oleh keluarga lainnya.
Samuel dan Mega pertama kali berkenalan melalui media sosial (medsos). Selanjutnya mereka saling berkomunikasi. Janjian pun diatur. Pertemuan biasanya berlangsung di sebuah warung kopi Jalan Boulevard, tempat Mega bekerja.
Tak terasa keduanya sudah saling kenal selama sembilan bulan. Akhirnya saling jatuh cinta hingga menjadi sepasang kekasih.
Keduanyapun saling terbuka. Termasuk soal keyakinan masing-masing.
Perbedaan itu tidak membuat mereka berpisah. Sebaliknya, malah semakin lengket. Dan pada akhirnya mereka memperkenalkan diri ke keluarga masing-masing.
”Saya sudah bilang ke Mega kalau antara saya dan dia berbeda keyakinan. Tapi dia tetap menerima saya. Begitupun sebaliknya. Kami sudah beberapa bulan jalan sama-sama. Juga sudah berkenalan dengan keluarga masing-masing,” kata Samuel yang ditemui di Mapolsek Panakkukang, kemarin.
Belakangan, setelah mengetahui ada perbedaan mendasar diantara keduanya, pihak keluarga berusaha memantau aktivitas keseharian Mega. Samuel yang bekerja di perusahan telekomunikasi dan berkantor di Jalan Boulevard mengaku kerap merasa dipantau saat bertemu dengan Mega.
Terakhir, keduanya janjian untuk bertemu di perbatasan Makassar-Gowa, tepatnya di wilayah Mangasa. Mega minta dijemput oleh Samuel pada hari Selasa (13/9) pukul 14.00 Wita.
Janji itupun ditepati. Keduanya bertemu. Laiknya sepasang kekasih, Samuel langsung membonceng Mega berkeliling Makassar.
Menjelang petang, Samuel hendak mengantar pacarnya itu untuk pulang. Namun Mega tak mau berpisah. Ia ingin terus selalu bersama kekasihnya.
Malam harinya pukul 21.00 Wita, Samuel kembali menawarkan untuk mengantar Mega pulang. Tapi Mega bergeming. Ia tak mau pulang. Akhirnya diapun tidur di kamar kos Samuel.
Tidak lama kemudian, Rabu (14/9) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, belasan orang mendatangi kos-kosan Samuel. Mereka yang merupakan keluarga Mega langsung mendatangi kamar Samuel, dan mendapati Mega ada dia di dalamnya.
Tak pelak, Samuel jadi sasaran penganiayaan keluarga pacarnya itu. Ia mengalami luka di bagian kening.
Begitu pula dengan Mega. Dia juga dipukuli dan mengalami pendarahan di bagian kepala lantaran terbentur di pintu hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara Samuel terselamatkan dari amukan keluarga Mega setelah kerabat yang lain berhasil melerai lalu mengevakuasinya ke kantor polisi setempat.
Terkait kasus ini, Kanit Reskrim Polsek Panakukang, AKP Warpa mengatakan, dirinya berupaya menempuh jalan kekeluargaan kepada kedua belah pihak agar tak saling dendam.
”Kami berusaha menyelesaikan masalah ini dengan membicarakannya bersama dua keluarga. Karena pasangan kekasih ini dipergoki berduaan di kamar. Untung ada keluarga pihak perempuan yang mengerti hukum, dan langsung membawa prianya ke kantor polisi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Warpa.
Menurut Warpa, dirinya bingung untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Sebab pasangan kekasih tersebut berbeda keyakinan. Meski begitu, dia tetap berusaha memberi pemahaman agar kasus ini tidak berujung pidana. (ish/rus)

Exit mobile version