Site icon Berita Kota Makassar

Gubernur Minta Maaf

BKM/ALALUDDIN BUKBER -- Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh bersama Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar dan bakal calon gubernur Sulbar, Andi Ali Baal Masdar saat melakukan pertemuan silaturahmi dalam acara Bukber di Matakali, Polman disaksikan sepuluh ribu orang warga dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Sulbar.

MAMUJU, BKM — Momen lebaran Idul Adha dimanfaatkan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh untuk menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sulbar. Permintaan maaf tersebut disampaikan Anwar di sela-sela penyerahan sapi kurban bantuan dari Presiden Joko Widodo kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Sulbar diterima langsung ketuanya Jamil Barambangi yang juga Sekprov Sulbar.
Penyerahan sapi kurban seberat satu ton tersebut berlangsung di halaman masjid kantor gubernur Sulbar, usai pelaksanaan salat Idul Adha Senin (12/9). Salat Id ini diikuti ribuan umat muslim dari kota Mamuju dan sekitarnya. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Adnan Saleh menyampaikan kalau lebaran Idul Adha kali ini merupakan lebaran terakhir bagi dirinya sebagai gubernur Sulbar. Karena masa jabatannya sebagai gubernur Sulbar dua periode akan berakhir tahun ini.
”Saya mohon maaf bila ada salah selama dua periode memimpin Sulbar dan berharap agar masyarakat terus menjaga silaturahmi dan meningkatkan iman dan ketaqwaan serta menjalin persaudaraan untuk terus membangun provinsi Sulbar,” ujarnya.
Sebagai rangkaian perayaan Hari Idul Adha 1437 H, di lingkup Pemprov Sulbar, Senin/12/9, Panitia Perayaan Hari Raya Idul Adha Pemprov Sulbar, membagikan sekitar 700 kantong daging qurban ke warga Mamuju. Sapi yang dikurbankan berjumlah 10 ekor yang terdiri dari sumbangan presiden, gubernur, wakil gubernur, Sekprov, dan beberapa SKPD lain.
”Daging hewan kurban ini kita bagikan kepada 700 masyarakat yang sudah menerima kupon dari panitia,” terang Ketua Panitia Perayaan Idul Adha lingkup Pemprov Sulbar, Subuki SAg.
Sapi-sapi yang dikurbankan tersebut, kata Subuki, sudah layak dari aspek kesehatan. Bahkan, salah satu sapi kurban yang disumbang presiden, memiliki bobot hidup sekitar 700 kilogram. ”Semua dalam kondisi sehat. Termasuk sapi kurban sumbangan presiden yang berbobot hidup 700 kilogram,” pungkas Kabid Keagamaan Biro Kesra ini.
Pada kesempatan yang sama, Kabid Keswan Distanak Mamuju, drh Agus, juga menegaskan, hewan atau sapi yang dikurbankan Pemprov itu semua dalam kondisi sehat. Kendati ada beberapa dari sapi tersebut terlihat loyo, karena mereka dipuasakan selama 6 jam sebelum dipotong. ”Semua sehat. Kendati ada beberapa sapi yang terlihat loyo. Ini efek dari puasa. Mereka dipuasakan selama 6 jam sebelum dipotong. Itu prosedur kesehatam hewan sebelum disembelih,” ujar Agus. (ala/mir/c)

Exit mobile version