Site icon Berita Kota Makassar

April 2017, Pedagang Tempati Pasar Tramo

MAROS, BKM — Bupati Maros, HM Hatta Rahman menggelar rapat di kompleks Pasar Tradisional Modern (Tramo), Rabu (14/9).
Rapat yang juga dihadiri oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Baharuddin, Kepala Dinas Koperindag H Syamsir serta kepala SKPD lainnya dalam rangkan koordinasi dan inventarisasi kekurangan pada proyek pembangunan Pasar Tramo, sebelum difungsikan secara resmi tahun depan.
“Kita mau lihat apa-apa kekurangannya, jadi rapatnya didalam pasar sehingga bisa lihat langsung apa yang belum rampung,” ujar Hatta usai menggelar rapat.
Beberapa sarana dan prasarana yang wajib, kata Hatta, diantaranya halaman parkir, pagar, air, listrik yang stabil. Serta pengaturan lalu lintas, dan kios dan lapak serta kaki lima yang akan ditempati pedagang. Ke depan, lanjut Hatta, juga akan disiapkan terminal mini untuk sarana angkutan pasar.
Sementara parkir akan mengambil areal utara dan selatan Pasar Tramo. Lapangan tembak saat ini juga akan direlokasi, sehingga bisa digunakan sebagai terminal angkutan pedesaan.
Hatta mengatakan, relokasi pedagang dari Pasar Sentral akan mulai dilakukan 1 April 2017 mendatang ke Pasar Tramo. Setelah relokasi, maka menyusul renovasi dilakukan di Pasar Sentral Maros.
Menurut Hatta, kondisi Pasar Sentral saat ini sudah tidak layak menjadi pasar kabupaten. Pasar Sentral Maros akan direnovasi menjadi pasar yang lebih layak dengan konstruksi 2 lantai dilengkapi dengan basement.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag, Syamsir menyebutkan, jumlah pedagang yang resmi di Pasar Sentral 793. Sedangkan pedagang kaki lima sebanyak 300-an, kios di Pasar Tramo sebanyak 558 serta 564 lapak.
“Prioritas utama pedagang formal, tapi tentu saja yang kaki lima tetap akan kita fasilitasi agar tetap bisa menjual di pasar Tramo. Melihat jumlah pedagang saat ini dengan jumlah kios dan lapak di Tramo saya rasa cukup untuk menampung semua,” pungkasnya. (ari-ril)

Exit mobile version