MAKASSAR, BKM — Samuel tidak pernah menyangka jalinan kasih yang dirajutnya bersama Mega akan berakhir dengan cara tak biasa. Ia memutuskan untuk mengakhiri kisah cintanya di kantor polisi.
Keputusan berat itu mesti diambil Samuel, menyusul tindakan penganiayaan yang dilakukan belasan kerabat dan keluarga Mega terhadap dirinya pada Rabu (14/9) dinihari. Hubungan cinta yang sudah terjalin selama ini mesti diakhirinya, walau sebenarnya ia masih memendam rasa.
”Mungkin sudah harus seperti ini. Hubungan kami berakhir di kantor polisi. Ini sekaligus menjadi pelajaran bagi saya untuk tidak lagi menjalin hubungan kasih dengan perempuan yang berbeda keyakinan,” ujar Samuel yang ditemui sesaat sebelum meninggalkan Mapolsek Panakkukang, Kamis (15/9) dinihari.
Sambil mengusap air matanya, Samuel menduga hubungan asmaranya ditentang bukan hanya karena beda agama diantara mereka. Melainkan ada pria lain yang hendak meminang kekasihnya itu untuk dijadikan istri.
”Mungkin keluarga Mega menginginkan pria yang lain dariku. Sepertinya ada yang hendak meminangnya. Karena pada malam itu saya ingin mengantarnya pulang ke rumah, tapi dia menolak. Malah mau terus bersama saya. Namun dia belum terbuka soal dugaan saya itu,” jelas Samuel.
Sejak kejadian tepergok berduaan di kamar kos, hingga meninggalkan Mapolsek Panakkukang, Samuel belum pernah bisa berkomunikasi dengan Mega. Nomor ponselnya tak pernah aktif. Padahal Samuel hanya ingin menyampaikan kalau hubungan mereka tak bisa dipertahankan lagi.
”Saya sudah beberapa kali menghubungi HP-nya, tapi tidak pernah aktif. Saya mau sampaikan ke dia kalau hubungan kami harus putus,” terangnya lagi.
Sebenarnya, Samuel tidak pernah menyangka kalau keluarga Mega akan datang ke kamar kosnya. Apalagi saat itu sedang mati lampu dan sudah dinihari. Keluarga Mega juga tidak tahu tempat kos Samuel. Mereka hanya mengetahui kalau Samuel bekerja di perusahaan telekomunikasi yang berkantor di Jalan Boulevard.
Namun sebelumnya, keluarga Mega mendatangi kantor tempat kerja Samuel. Kemungkinan ada yang menunjukkan lokasi kos-kosannya.
Setelah mendapat penjelasan dari Samuel, BKM kemudian berusaha mencoba mendapat keterangan dari pihak Mega. Tapi tidak ada yang bersedia memberi informasi di mana Mega dan keluarganya bisa ditemui.
Petugas di Mapolsek Panakkukang bahkan belum mengambil identitas keluarga Mega yang membawa Samuel ke kantor polisi sesaat setelah dianiaya. Mereka bergegas membawa Mega ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
Bripda Mursidin yang menerima Samuel, mengaku belum sempat bertanya tentang siapa yang melapor dan dilapor. ”Saya menerima Samuel setelah keluarga Mega membawanya ke ruang SPKT. Namun saat itu ia hanya menitip Samuel dan berkata; ini Pak, Samuel saya pergoki di rumah kos bersama adik saya. Saya keluar dulu, Pak,” ujar Bripda Mursidin menirukan salah seorang keluarga Mega.
Sejak datang ke Mapolsek Panakkukang hingga kemarin, polisi masih menunggu kedatangan keluarga Mega. Namun tak satupun diantara mereka yang muncul.
”Kami menunggu mereka untuk datang kembali. Tapi sampai sekarang tak satupun yang muncul. Karenanya, Samuel kami pulangkan ke keluarganya setelah dilakukan pembinaan,” terang Kasat Reskrim Polsek Panakkukang, AKP Warpa.
Meski begitu, tambah Warpa, jika nantinya ada pihak yang keberatan, pihaknya akan menindaklanjuti. Tapi mungkin saja pihak keluarga Mega tak akan muncul lagi, karena Samuel sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya. (ish/rus)
Jalinan Asmara Berakhir di Kantor Polisi
