TAKALAR, BKM — Kabupaten Takalar yang dikenal sebagai daerah penghasil rumput laut terbesar di wilayah Indonesia bagian timur terus berbenah diri dalam upaya perbaikan hidup bagi petani rumput laut.
Salah satunya adalah didirikannya kawasan industrialisasi rumput laut di Desa Cikoang, Kecamatan Mangngarabombang. “Selama ini, petani rumput laut terkendala memasarkan hasil panen rumput laut, termasuk pemasaran yang tidak jelas, nah ketika kawasan industrialisasi ini berdiri tidak ada lagi mata rantai yang terputus, hasil panen rumput laut dapat langsung dibawah kekawasan pergudangan guna diolah lebih lanjut dengan harga yang lebih tinggi,” jelas Kepala Unit Penyuluh Pertanian (UPP) Rumput Laut Takalar, Muhammad Kasim, Minggu (18/9).
Muhammad Kasim menambahkan, fengan adanya kawasan industri rumput laut dengan dukungan sarana dan prasarana memadai, maka prospek peningkatan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya bagi petani rumput laut akan jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Kawasan industrialisasi rumput laut yang tengah dibangun pemerintah kabupaten merupakan wadah terbesar dalam meningkatkan mutu dan hasil jual rumput laut, prospek ekonomi masyarakat tentu lebih meningkat tajam,” urai Kasim.
Sementara itu, Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin berharap, pembangunan kawasan industri rumput laut diMangngarabombang rampung sesuai rencana, sehinggga paa 2017 mendatang kawasan industrialisasi rumpu laut di Takalar dapat dioperasikan. “Kawasan industrialisasi rumput laut diKecamatan Mangngarabombang yang tengah dibangun diharapkan rampung sesuai rencana sehingga sudah dapat digunakan awal 2017 mendatang dan saya optimis kehidupan masyarakat pesisir, khususnya petani rumput laut jauh lebih lebih meningkat dari sebelumnya, ketika kawasan itu mulai difungsikan,” pungkas Bur, sapaan akrab Bupati Takalar. (ari/ril)