MAKASSAR, BKM–Pertarungan head to head di pemilihan bupati (Pilbup) Takalar, 15 Februari 2017 mendatang dipastikan akan terjadi. Hal itu setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Nasdem memutuskan untuk berkoalisi dengan mengusung pasangan Syamsari Kitta-H Ahmad Dg Se’re (SK-HD).
Keputusan Syamsari menggaet HD terungkap dalam jumpa pers yang dilakukan Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif didampingi Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik, Arum Spink, Ketua DPW PKS Sulsel, Mallarangan Tutu, Ketua DPC PKS Takalar, Khairil Anwar serta cabup Syamsari Kitta di Sekretariat DPW Nasdem Sulsel Jalan Hertasning, Makassar, Senin (19/9).
“Dengan segala optimisme yang kami miliki akan mengantar pasangan SK-HD memenangkan Pilkada Takalar,” ujar Arum Spink.
Ketua DPW PKS Sulsel, Mallarangan Tutu mengemukakan, dari seluruh rangkaian yang dilalui, pihaknya juga sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse atas dukungannya untuk berkoalisi dengan PKS.
Cabup Syamsari Kitta, menambahkan bahwa dengan adanya keputusan PKS berkoalisi dengan Nasdem di Pilbup Takalar, maka hal itu semakin mempertegas adanya isu perubahan dalam Pilkada mendatang. Terkait finalisasi cawabup HD, Syamsari menilai hal itu melalui proses yang cukup alot setelah melihat elektabilitas cawabup yang dapat mendukung cabup serta kemampuan menggerakkan relawan dan basis massa yang dimiliki.
“Dengan berbagai pertimbangan pula, akhirnya tadi siang (kemarin) PKS dan Nasdem memilih Ahmad Dg Se’re sebagai cawabup,” ujar Syamsari.
Menurut mantan anggota DPRD Sulsel ini, PKS awalnya merilis tujuh bakal calon pendampingnya. “Tapi kita membentuk tim untuk sama-sama membicarakan tanpa mengecilkan kandidat yang lain,” tambahnya.
Tak hanya itu, pasangan usungan PKS yang mengontrol empat kursi serta Nasdem memiliki dua kursi di parlemen ini, juga meminta Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel, Hj Tenri Olle Yasin Limpo sebagai ketua tim pemenangan tersebut.
Tenri Olle yang dimintai kesediaannya untuk menjadi ketua tim pemenangan SK-HD, mengaku berterima kasih. Soal potensi konstituen Tenri Olle yang juga kader Golkar akan ikut bergabung, kakak kandung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo itu menilai hal yang wajar.
“Pilkada hanyalah salah satu proses demokrasi, sehingga kalau sevisi dengan Pak Syamsari, maka tentu kita ajak untuk bersatu dan memenangkan paket ini,” jelas Tenri.
Dipilihnya HD sebagai pendampingi SK dianggap sebagai salah satu ancaman akan membelah kekuatan H Nojeng yang notabene calon Wakil Bupati H Burhanuddin Baharuddin. Hal tersebut dikemukakan Direktur eksekutif Jaringan Informasi Rakyat (Jirak), Ahmad Azis, Senin (19/9).
Sejumlah sumber memprediksi, jika pasangan SK-HD solid hingga ke tahap pencoblosan, besar kemungkinan kerabat dan keluarga almarhum mantan bupati Takalar, Ibrahim Rewa lebih condong memilih HD dibanding Nojeng -panggilan akrab Natsir Ibrahim.
“Kami berharap HD melenggang bersama SK dengan koalisi Nasdem-PKS. Persoalan menang atau kalah itu belakangan. Yang pasti, keluarga almarhum orang tua kami akan mendukung HD dan segala upaya,” ujar salah seorang kerabat HD.
Kekuatan petahana Bur-Nojeng diusung koalisi gemuk, yakni Golkar dengan enam kursi Demokrat tiga kursi, Gerindra tiga kursi, PPP tiga kursi, PAN dua kursi, Hanura satu kursi, PDIP satu kursi dan PBB satu kursi. Sementara PKPI yang mengontrol tiga kursi belum menentukan sikap. Adapun PKB yang mengontrol satu kursi dipastikan ikut bergabung dengan SK-HD.
Pengamat politik, Dr Arief Wicaksono menilai setelah terancam akan melawan kotak kosong, akhirnya pasangan petahana Bur-Nojeng mendapatkan lawan yang “berpengalaman” dalam ajang kontestasi Pilkada Takalar 2017, yaitu SK-HD.
“Menurut saya, fenomena head to head ini dapat dimaknai sebagai cermin dari tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat Takalar dalam menentukan pilihannya di pilkada kelak. Anggapan selama ini bahwa incumbent masih terlalu kuat di Takalar, dapat ditepis karena Nasdem sebagai representasi kepentingan politik masyarakat akhirnya berlabuh mengusung SK-HD. Konstelasi politik ini terlihat sepertinya “masih kurang”, meskipun sebagai syarat maju telah dianggap cukup, tapi di sisi lain terciptanya konstelasi ini mencerminkan adanya semangat yang menggebu untuk melawan dan menjatuhkan incumbent,” jelas Arief, kemarin.
Di sisi Bur-Nojeng, majunya Syamsari menurut Arief telah menjadi bahan kajian selama ini, karena SK dianggap telah berpengalaman maju sebagai cabup. “Tentu, wajar saja jika Bur-Nojeng telah mempersiapkan antisipasinya melawan calon kuat ini, setelah sempat diprediksi akan melawan kotak kosong. Oleh karena itu ke depan, dinamika head to head ini akan menjadi sangat menarik perhatian khalayak Takalar pada khususnya, dan Sulsel pada umumnya. Karena masing-masing pihak akan menjalankan strateginya dengan sangat ketat. Apalagi hampir semua aktor yang bertarung masih ada hubungan saudara atau keluarga, satu dengan yang lain,”pungkasnya. (ita-ira)
PKS Minta Tenri Olle Ketua Tim Pemenangan SK-HD
