Site icon Berita Kota Makassar

Trengginas, Karate Raih Emas

BANDUNG, BKM — Tim Karate Sulsel berhasil menyumbang satu medali emas dan satu perunggu dari nomor kata beregu putra dan kata beregu putri. Tampil di babak final yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Sasana Budaya Ganesha Institut
Teknologi Bandung (ITB), tim kata beregu putra yang diperkuat Faisal Zainuddin Cs tampil trengginas.
Menantang tim Jawa Timur, Faisal Cs benar-benar tampil sempurna. Disaksikan langsung Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan Pangdam III/Siliwangi, Mayor TNI Hadi Prasojo, Sulsel tampil memukau. 500-an penonton yang memadati ruangan GOR tak henti-hentinya memberikan aplaus atas penampilan para karateka terbaik Sulsel tersebut.
Tak ketinggalan petinju nasional Chris Jhon yang duduk sejajar dengan Pangdam III/Siliwangi dan Kasad TNI juga begitu antusias menyaksikan laga ini. Tampil di bawah hiruk pikuk dukungan suporter yang didatangkan langsung dari Makassar dan
dipimpin Ellong Chandra bersama komunitas wartawan peliput PON asal Makassar, Faisal Cs makin menunjukan dominasinya.
Laga final yang berlangsung sekitar 32 menit 4 detik dimenangkan Sulsel dengan skor telak 4-1. Penampilan tim Sulsel pada PON kali ini, hampir seluruh tim juri, tak terkecuali juri asal tuan rumah mengakui bahwa Faisal Cs benar-benar layak
untuk juara.
”Kami harus sportif prof. Penampilan timnya kali ini benar-benar diluar dugaan,” ujar pelatih tim karate Jatim, Hasan Basri yang langsung diamini wasit asal Jatim dan daerah lainnya saat berbincang dengan Prof Musakkir usai pertandingan.
Sedangkan di nomor kata beregu putri, Sulsel meraih perunggu usai mengalahkan Kalimantan Timur dengan skor 4-1. Lima nomor lainnya dari cabor karate hingga berita ini naik cetak sedang dipertandingkan. Hingga memasuki hari kedua, Senin
(19/9), pertandingan di cabor karate, Sulsel sudah meraih dua medali emas dan dua perunggu.
Sayangnya, sukses tim karate menambah medali emas bagi Sulsel
berbanding terbalik dengan peringkat Sulsel di klasemen sementara perolehan medali. Jika sehari sebelumnya mampu menembus empat besar, sejak Senin (19/9) pukul 16.45 WIB, Sulsel melorot ke peringkat enam dengan lima medali emas, tujuh perak dan lima perunggu.
Sementara itu, pada pertandingan hari pertama cabor karate, Minggu (18/9), justru menimbulkan kisruh. Kekisruhan ini terjadi di babak semifinal saat karateka Sulsel, Faisal Zainuddin yang turun di nomor kata perorangan putra dinyatakan kalah oleh wasit asal Jabar.
Kekalahan ini dinilai sebuah rekayasa para wasit dan cenderung menguntungkan tuan rumah. Karateka sekesal Faisal yang sudah sejak lama malang melintang di even internasional diyakini tidak akan mungkin akan kalah dengan semudah itu.
Bahkan hampir seluruh wasit karate dari sejumlah daerah mengaku heran bagaimana indikator penilaian wasit asal Jabar dalam menentukan seorang pemenang. ”Faisal tampil sempurna, kok bisa kalah,” ujar wasit asal Sumatera dan Kalimantan yang
minta namanya tak ditulis usai pertandingan.
Ketua Harian Forki Sulsel, Ellong Chandra mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit karate di PON XIX yang dianggap cenderung mendukung tuan rumah. ”Ini mencerminkan kinerja Ketua Dewan Hakim Forki patut dipertanyakan. Terbukti,
Ketua PB Forki Gatot Nurmantyo yang Panglima TNI juga mengkritik kepemimpinan wasit,” ujar Ellong seperti yang dijelaskan Humas Panitia Kontingen PON Sulsel, H Dahlan Abubkar usai jumpa pers di Hotel Vio, Senin (19/9) pagi.
Ellong menegaskan, Donald Kolopita yang menjabat sebagai Ketua Dewan Hakim Wasit sudah saatnya diganti. ”Dia terlalu lama menjabat. Apa tidak ada orang lain disitu,” kata Ellong.
Dalam pertandingan karate, karateka Sulsel, Faisal yang sudah malang melintang di even internasional dinyatakan tersingkir di nomor kata perorangan putra yang jadi andalannya. Padahal dia sudah tampil nyaris sempurna. ”Jika wasit yang melakukan kesalahan, maka atasannya, Ketua Dewan Wasit yang harus diganti,” tukas Ellong. (ila)

Exit mobile version