MAKASSAR, BKM — Sekolah Islam Al Azhar bakal di-take over. Informasi itu sudah santer beredar di Makassar.
Untuk memperjelas kebenarannya, Berita Kota Makassar mengkonfirmasi manajeman salah satu sekolah bergengsi di Makassar tersebut, Selasa (20/9). Ternyata, rencana itu benar adanya.
Direktur Sekolah Islam Al Azhar Makassar, Andi Anhar Anugrah menjelaskan, rencana take over tersebut sudah bergulir sejak dua tahun lalu. Alasannya, sekolah yang dipimpinnya ingin mengembangkan standar dan kualitasnya pada level internasional, khususnya pada aspek sumber daya manusia dan fasilitas sarana dan prasarana.
Dia melanjutkan, sumber daya manusia yang dimiliki saat ini telah memiliki standar nasional. Demikian juga dengan sarana dan prasarana.
Namun ternyata hal itu belum memenuhi harapan Sekolah Islam Al Azhar Makassar. Sehingga dibutuhkan pengembangan yang terus menerus.
Menurutnya, pengembangan kualitas sumber daya manusia, selain dilakukan dengan hands on training, juga akan dilakukan dengan magang yang akan dilakukan di dalam dan luar negeri. Sarana dan prasarana, mulai dari ruang kelas, laboratorium, hall, sport centre, serta fasilitas lainnya, termasuk untuk aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan, pengembangan merupakan tanggung jawab sekolah demi pelayanan pendidikan yang lebih berkualitas.
Dia mengemukakan, rencana take over sudah berjalan dengan baik. Beberapa peminat telah datang untuk membicarakan hal-hal terkait.
“Diantaranya, ada beberapa yang sangat tertarik dengan rencana tersebut dan melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memperbesar kesempatan terlaksananya take over,” kata Andi Anhar.
Lebih jauh dikemukakan, visi misi Al Azhar adalah membentuk landasan berpikir (faith) dan cara berfikir (scientific thinking) yang akan melahirkan adab perilaku mulia, dengan memaksimalkan bakat dan potensi anak yang berbeda yang dikaruniakan Allah kepada mereka untuk bisa sukses di dunia dan akhirat.
Hal-hal tersebut dilakukan melalui pelaksanaan program-program pembelajaran, baik di dalam mau pun di luar kelas, pengembangan peraturan dan standar, program pengembangan dan pembinaan SDM. Juga menciptakan lingkungan yang merefleksikan nilai-nilai pendidikan, sehingga menjadikan anak didik tidak hanya terampil untuk tampil di panggung sekolah atau panggung-panggung acara. Tapi bagaimana mereka diajarkan ilmu aplikatif yang berhubungan langsung dengan kehidupan nyata, agar bisa tampil dan unggul di panggung kehidupan yang sebenarnya.
Selain itu, Al Azhar juga mengubah paradigma murid-murid. Wajib memenuhi tuntutan kurikulum adalah sebuah alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak untuk sukses di masyarakat, sesuai bakat, potensi dan keinginannya. (rhm/rus)
Sekolah Al Azhar Di-Take Over, Peminat Mulai Datang
