Site icon Berita Kota Makassar

Karate Gagal Capai Target, Dansa Sport Over

BANDUNG, BKM — Tim cabang olahraga (cabor) karate Sulsel gagal mencapai target empat medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat. Di PON kali ini, cabor ini hanya mampu meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga medali perunggu.
Sebelumnya di PON 2012 Riau, karate tampil sebagai juara umum dengan enam medali emas, tiga perak dan dua medali perunggu. Di PON 2018 Kaltim, Sulsel lagi-lagi keluar sebagai jawara dengan empat medali emas, enam medali perak dan tiga medali perunggu.
Kegagalan cabor karate di PON Jabar kali ini diwarnai banyak kontroversi selama pertandingan berlangsung. Di hari pertama bertanding, Sulsel mulai dikejutkan dengan keputusan wasit atas kekalahan Faisal Zainuddin di semifinal.
Di hari terakhir, kemarin, kericuhan kembali terjadi saat pertandingan di babak semifinal di kelas kumite beregu putri. Tim pelatih, official dan suporter sempat berhamburan masuk ke arena pertandingan setelah wasit menganulir poin untuk Sulsel dan menerima protes dari tim DKI Jakarta.
Kericuhan yang berlangsung sekitar 15 menit berhasil diredam setelah Ketua Harian Forki Sulsel, Ellong Candra turun langsung ke arena pertandingan untuk menenangkan para tim pelatih dan official asal Sulsel yang mengamuk karena merasa telah dicurangi oleh wasit.
”Kalau protes DKI diterima dan poin kami dianulir, sekalian kita walk out (WO) saja. Buat apa bertanding kalau begini caranya,” tegas tim pelatih Sulsel, Mursalim Bado di GOR Sasana Budaya Ganesa ITB Bandung, Rabu (21/9).
Polisi kemudian berhasil mengendalikan situasi setelah Ketua Dewan Wasit Karate membatalkan protes tim DKI dan kemudian pertandingan dilanjutkan kembali. Sulsel akhirnya keluar sebagai pemenang dan melangkah ke final. Di final Sulsel harus puas meraih medali perak setelah kalah atas Sumut.
Di kelas kumite beregu putra, Sulsel juga gagal meraih medali perunggu setelah kalah atas Bali.
Di cabor tinju, petinju putri Sulsel Ratna Saridevi yang berlaga di kelas 54 kg gagal melangkah ke delapan besar setelah kalah angka dari petinju Sulut, Indri Sambainmana di GOR Sukabumi Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, kemarin.
Pelatih Tinju Sulsel sempat mengajukan nota protes karena merasa dicurangi oleh wasit tapi diabaikan. Karena sesuai hasil technical meeting sebelumnya, protes tim peserta baru akan diproses setelah PON resmi berakhir.
Sedangkan petinju Sulsel lainnya, Alex Tantotos baru bertanding malam tadi melawan petinju asal Maluku, Bram.
Cabor softball Sulsel juga harus menerima kekalahan 3-9 dari tim Kaltim di Stadion Jalak Harupat Soreang, kemarin. Sebelumnya, Sulsel melawan Jatim terpaksa dihentikan oleh panitia pada inning ke 3 karena hujan dan skor sementara 1-0 untuk Sulsel. Hingga kini belum ada konfirmasi dari panitia kapan laga lanjutan kembali digelar.
Sementara di cabor dansa sport, Sulsel justru over target dengan capaian tiga medali emas, empat perak dan satu medali perunggu. ”Kita over target dari dua medali emas yang ditargetkan KONI Sulsel,” ujar Monev Cabor Dansa, Dr Herman kemarin.
Usai menjalani seluruh rangkaian pertandingan, Rabu (21/9), rombongan pertama kontingen Sulsel berjumlah 70 orang dari cabor dansa sport, judo dan beberapa panitia PON telah kembali di Makassar.
Wali Kota Makassar Danny hadir di arena softball Sulsel untuk memberi suport kepada para atlet . ”Saya berharap Sulsel bisa meraih medali di cabor ini,” harap Dany.
Sementara atlet selam Istiqamah hanya bisa finish di urutan enam babak final nomor 10.000 meter fin swimming sore kemarin. (ila)

Exit mobile version