KEDUA orang tua Revan bayi yang sempat ditahan pihak RSIA Pertiwi masih shok. Irawati (20) mengaku tidak menyangka mendapatkan ketidaknyamanan pascamelahirkan anak keduanya.
Irawati mengaku, ia sempat dipersulit pihak rumah sakit karena tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Saya tidak tahu kalau anak yang belum lahir harus memiliki kartu KIS. Bagaimana mungkin saya mengurus KIS kalau kelamin anak saya belum diketahui,” ungkapnya saat ditemui BKM di kediamannya di Jalan Rajawali, Kelurahan Pannambungan, Kecamatan Mariso, Kamis (22/9).
Irawati yang didampingi sang suami, Risman (35), menambahkan, baru pertama kali mendapatkan perlakuan yang tidak nyaman. Sebab saat melahirkan anak pertamanya di rumah sakit yang sama belum pernah diperlakukan seperti itu.
“Waktu pertama kali melahirkan tidak pernah ji begini, sekarang ini ji. Jadi saat anakku lahir, mereka minta kartu KIS-nya tapi saya bilang belum ada. Mendengar jawaban dari saya, pihak rumah sakit langsung membawa anak saya di ruang kaca (inkubator) selama empat hari. Saya hanya bolak balik pergi liat, susah kah juga karena saya baru melahirkan,” jelasnya.
Irawati juga mengaku, kalau anaknya lahir hanya memiliki berat badan 2,4 Kg dan tubuh yang membiru sewaktu lahir. Bagaimana tidak kehidupannya bersama sang suami tidak berkecukupan.
“Beratnya waktu lahir cuman 2,4 Kg tapi setelah kelahiran naik mi satu kilo karena waktu lahir biru semua badannya tapi sekarang sudah membaikmi,” ujarnya.
Di rumah panggung yang beralaskan dinding yang terbuat dari seng dan kayu ini yang mulai rapuh, terlihat Revan sedang tertidur.(ita)
Anak Saya Ditahan Karena tak Punya KIS
