Site icon Berita Kota Makassar

Proyek Kereta Api Berharap Kucuran Rp2 T

MAKASSAR, BKM — Belum ada perkembangan berarti dari pembangunan fisik infrastruktur kereta api yang dibangun di Kabupaten Barru.
Pasalnya, tak ada anggaran yang diplot dalam APBN tahun ini untuk pembangunan infrastruktur kereta api trayek Makassar-Parepare.
Pelaksana kegiatan hanya melanjutkan pembangunan beberapa item kegiatan yang tersisa. Termasuk mempersiapkan pengerjaan tiga buah jembatan dan penyelesaian fly over di Barru.
Selain itu, progres pembebasan lahan kereta api juga masih tersendat-sendat. Pasalnya, anggaran untuk pembebasan tak ada.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah pusat bisa membantu penganggaran pembebasan lahan Kereta Api (KA) Sulsel. Apalagi, lahan pada posisi siap dibayarkan.
“Kalau ada uang, lahan langsung bebas. Kita tinggal bayar, tidak ada persoalan lagi,” ujar Syahrul.
Dia melanjutkan, pemprov tak ingin mendesak pemerintah pusat untuk mewujudkan KA Sulsel. Saat ini, ekonomi global sedang berkontraksi dan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.
Namun gubernur berjanji akan kembali membicarakan persoalan ini ke pusat termasuk mempresentasekan kembali kereta api Sulsel di depan Menteri Perhubungan yang telah berganti.
“Saya akan coba komunikasikan kembali dengan menteri terkait kereta api kita,” jelasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perkeretaapian Trans Sulawesi, Henry Hidayat mengaku jika belum ada progres berarti untuk fisik proyek kereta api. Saat ini, masih
“Belum ada perkembangan berarti. Kalau sudah ada, langsung saya kabarkan,” ujar Henry.
Khusus masalah anggaran, Henry mengatakan, tahun ini memang tak ada anggaran yang dikucurkan pusat.
Namun, tahun depan, dia menyebutkan angka Rp2 triliun yang akan disuntikkan
Dana tersebut bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp1,4 triliun. Itu pun minimal, nilainya masih bisa bertambah. Sementara dari APBN pokok yang diancang-ancang Rp500 sampai Rp800 miliar. Belum lagi investasi dari Tiongkok yang sudah memasukkan penawaran.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengaku progres pembebasan lahan untuk KA Sulsel masih terus berproses. Saat ini sudah hampir rampung administrasi pembebasan lahan untuk jalur Barru ke Parepare sepanjang 56 kilometer.
Kendati demikian, Agus terkesan menolak jika anggaran pembebasan lahan dialokasi dalam APBN-P tahun ini.
Alasannya, ia khawatir anggaran tersebut tidak bisa terserap sehingga kembali menjadi catatan buruk pemerintah pusat.
Untuk jalur Barru-Parepare sepanjang 56 kilometer, Agus memperkirakan kebutuhan anggaran sebesar Rp800 miliar. Itu sudah termasuk untuk memindahkan rumah pada hunian penduduk di Kota Parepare.
“Jadi kita selesaikan seluruh administrasinya terlebih dahulu, tahun depan kita langsung bayar. Jangan sampai kucur tahun ini dan tidak bisa diserap,” kata Agus. (rhm)

Exit mobile version