Site icon Berita Kota Makassar

Anggar Rebut Emas, Selancar Perak

BANDUNG, BKM — Atlet selancar angin Sulsel, Mahardika Sabara yang turun di kelas Marathon RS One di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat, Minggu (25/9), berhasil meraih medali perak di laga final di Pantai Balongan Indramayu.
Sedangkan Isnawati Sir Idar dari cabor anggar yang turun di nomor degen putri, Sabtu (24/9) malam di Hotel Haris Kota Bandung, berhasil menyumbang medali emas bagi Sulsel.
Di final, Isnawatai mengalahkan atlet anggar Riau, Megawati dengan skor 15-10
Di semifinal, Isna menang atas tim anggar DKI Jakarta. Sedangkan Arianto di nomor Floret Putra hanya mampu menyumbangkan medali perak, setelah kalah dari Zulfikar (Riau) dengan skor 15-9. Di semifinil, Arianto menang atas atlet Jawa Barat.
Tambahan medali bagi Sulsel juga datang dari cabang dayung dragon boat, Minggu (25/9) pada pada nomor lomba 500 meter. Sementara, medali emas diraih oleh tim Jabar dan medali perunggu disabet pedayung asal Papua.
Pelatih dayung Sulsel, Baso Akbar mengatakan, tim dragon boat masih berpeluang menambah perolehan medali pada nomor lomba jarak 250 meter. “Kita berharap bisa menambah medali, dan semoga bisa medali emas di jarak 250,” ujar Baso.
Pelatih anggar Sulsel, Isnawati Sir Idar usai laga final, mengatakan kemenangan tersebut diakuinya sesuatu yang sangat surprise. Sebab para pesaingnya adalah mayoritas atlet muda berbakat. ”Medali emas ini sangat berharga bagi Sulsel, setelah dalam empat hari terakhir Sulsel tidak lagi meraih medali emas dari semua cabang yang diikutinya,” ujarnya.
Soal kekalahan Arianti di final, lanjut Isnawati, hanya karena faktor kelelahan saja. ”Mungkin juga faktor keberuntungan. Apalagi kami juga sudah mengerahkan seluruh kemampuan yang kita miliki,” tambahnya.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel, Dr Nukrawi Nawir, Minggu (25/9) mengatakan, banyaknya cabor yang gagal memenuhi target di PON XIX Jabar, akan dijadikan bahan evaluasi pasca PON. Meski begitu, dia mengaku bangga dengan para atlet anggar yang bertanding cukup disiplin sejak babak penyisihan hingga partai final.
”Torehan dua medali dari anggar, yakni emas dan perak sangat membantu kontingen Sulsel dalam persaingan perebutan medali,” ujarnya.
Sementara Kedua Bidang Penelitian dan Pengembangan KONI, Prof Andi Iksan menilai sukses cabor karate, anggar dan dansa menyumbang medali emas bagi Sulsel, patut menjadi perhatian serius bagi semua pihak di Sulsel. Apalagi, kata dia, di cabor anggar pertandingannya masih berlangsung hingga 29 September. Artinya, peluang menambah medali emas bagi Sulsel masih cukup terbuka.
”Yah, kita berharap di cabor lain yang telah memastikan diri ke babak final supaya mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mulai dari faktor mental, fisik dan hal-hal bersifat non teknis. Ini penting. Pelatih juga harus selalu mengingatkan atletnya agar benar-benar siap dalam segala dan kondisi apapun,” tegasnya.
Dari cabor atletik, atlet Sulsel, Lukman Jai juga sukses meraih medali perunggu dengan catatan waktu 47,83 detik. Sekretaris Pengprov PASI Sulsel, Dr Adin,MKes mengatakan para atlet PASI masih akan turun di beberapa nomor yang akan dipertandingkan. ”Harapan kami semoga bisa menambah pundi-pundi medali bagi Sulsel. Mudah-mudahan bisa tercapai,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Sulsel, Andi Darussalam Tabussala tak lupa menyampaikan terima kasihnya kepada tim anggar yang berhasil meraih medali emas dan perak.
Untuk Alex Tanttos yang berhasil melaju ke final cabor tinju, ADS meminta agar didoakan untuk bisa meraih medali emas lagi.
Mantan Direktur Badan Liga Indonesia (BLI) ini mengaku salut dengan perjuangan cabor sepakbola yang sampai saat ini masih mampu menunjukkan konsitensinya hingga berhasil lolos ke semifinal. ”Pertahankan konsistensi dan kerjasama tim agar bisa melaju ke final,” tandasnya.
Hingga berita ini dibuat, cabor sepak takraw di nomor double even putra dan putri yang lolos ke semifinal. Cabor anggar, selancar angin, layar, balap motor, kempo dan taekwondo sementara dipertandingkan. (ila)

Exit mobile version