ENREKANG, BKM — Prestasi yang ditorehkan Muhammad Fachry, anak petani ubi jalar mendapat perhatian dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Enrekang. Murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 112 Belajen, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla itu dikunjungi langsung Hj Johra.
Bersama kedua orang tuanya, Fachry bermukim di jalan poros Enrekang-Toraja, tepatnya di Kampung Kecok, Kelurahan Kambiongi, Kecamatan Alla.
Meski berasal dari keluarga kurang mampu, semangat Fachry untuk belajar tidak pernah luntur. Ia mempunyai cita-cita menjadi seorang dosen.
Setiap pulang sekolah, pemegang juara harapan III Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD tahun 2016 untuk mata pelajaran fisika itu langsung menjual bensin eceran di depan rumahnya. Ini salah satu upayanya untuk bisa merealisasikan cita-citanya.
BKM yang menemui Fachry di rumahnya, Sabtu (24/9), mendapati anak pertama dari dua bersaudara itu sedang melayani pembeli bensin eceran. ”Saya cita-citanya nanti jadi dosen, Om,” ujarnya.
Usai mengisin bensin di tangki kendaraan roda dua salah seorang pelangganya, Fachry lalu mengajak BKM masuk ke dalam rumahnya. Ia kemudian bercerita tentang kunjungan istri Bupati Enrekanh, Hj Johra Muslimin Bando ke rumahnya beberapa hari lalu.
Dalam kunjungannya, istri orang nomor satu di Enrekang ini menjanjikan Fachry untuk mencarikan bapak asuh untuk membimbingya hingga menjadi dosen kelak. Selain itu, Hj Johra juga berjanji akan memberikan bantuan tiga ekor kambing betina kepadanya untuk dipelihara agar bisa membiayai sekolah Fachry.
“Kemarin Ibu Bupati datang ke sini. Mauka nacarikan bapak asuh untuk membimbing saya. Ada juga kambing tiga ekor mau nakasikanka,” ujarnya dengan logat Enrekang yang kental.
Tidak lama kemudian muncul dari belakang ibunda Fachry, Yeni Susanti. Ia membawa secangkir teh manis untuk disuguhkan. Yeni kembali menyambung cerita tentang buah hatinya yang mendapat kunjungan dari istri bupati dan rombongan.
”Setelah membaca berita Fachry yang dimuat di BKM, Ibu Bupati katanya langsung terharu. Makanya dia cari tahu tentang anak saya,” tuturnya.
Yeni mengatakan, sejak Fachry duduk di bangku kelas II SDN, ia mulai menjual bensin eceran dan tahu tempe di Pasar Sudu, Enrekang. Hal itu dilakukannya untuk membiayai sekolah dua anaknya, Fachry dan Daffa. (her/rus/c)
Dikunjungi Istri Bupati, Dijanji Tiga Ekor Kambing

????????????????????????????????????