Site icon Berita Kota Makassar

Kerusakan 60 Persen, Kerugian Rp6 Miliar

DIHUBUNGI terpisah, kemarin, Kasubdit 4 Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Agung Kanigoro mengatakan, sejauh ini pelaku pengrusakan dan pembakaran kantor DPRD Gowa masih dalam pengejaran. “Belum ada yang ditangkap. Kami masih melakukan pengejaran,” kata mantan Wakapolres Gowa ini.
Sementara Kapolres Gowa, AKBP Ivan Setiadi melalui Kasubag Humas, AKP Tambunan mengklarifikasi terkait tiga orang yang diamankan pada Selasa malam (27/9) pascapembakaran. Dikatakan, tiga orang yang tertangkap itu telah menjalani pemeriksaan. Ternyata mereka sedang mengisap lem di samping Museum Balla Lompoa. Tiga orang remaja itu tidak ada keterkaitannya dengan pembakaran kantor DPRD Gowa.
“Orang mabuk lem itu yang diamankan sama anggota polisi tadi malam. Mereka bukan pelaku pembakaran gedung DPRD,” kata Tambunan.
Sementara itu, suasana di kawasan kantor DPRD Gowa, hingga siang kemarin dijaga ketat personel Brimob dan Polres Gowa. Dua armada water canon masih disiagakan di Jalan Masjid Raya, sekitar 10 meter dari gerbang DPRD Gowa.
Suasana dalam kantor yang dibakar terlihat sepi. Garis polisi dipasang membentang di depan kantor berlantai dua tersebut.
Dari fisik bangunan kantor wakil rakyat ini, yang paling rusak parah adalah bangunan lantai dua, tepat pada ruang kerja ketua DPRD. Berikut ruang kerja tiga wakil ketua serta ruang sekretaris dewan.
Termasuk kerusakan yang terjadi pada sejumlah ruangan di lantai satu, seperti ruang kerja staf setwan dan ruang sidang paripurna yang terletak di bagian tengah.
Guna membantu proses penyelidikan, pihak kepolisian mengamankan satu unit mobil dinas milik DPRD Gowa DD 120 B jenis Toyota Kijang Innova hitam. Kendaraan tersebut menjadi sasaran amukan massa yang anarkis.
Meski separuh kantornya ludes dilalap si jago merah, aktivitas para legislator dan staf DPRD Gowa tetap berjalan. Kemarin, para wakil rakyat dam staf setwan tetap masuk kantor seperti biasa. Hanya saja mereka belum bekerja optimal, disebabkan harus membenahi ruangan kosong dan menempatkan barang-barang yang berhasil diselamatkan dari kobaran api.
Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zainal Bate terlihat di kantor bupati, kemarin. Ia hendak menggelar rapat bersama bupati di ruang kerjanya.
Kepada wartawan sebelum ke lantai dua kantor bupati untuk rapat, Ansar menyebut angka Rp5 miliar hingga Rp6 miliar perkiraan kerugian akibat dibakarnya gedung DPRD, dengan tingkat kerusakan 60 persen.
Karena tidak semua bagian kantor dilalap api, hanya bangunan bagian depan bawah dan depan atas pada lantai dua, para legislator dan staf setwan tetap akan berkantor di gedung DPRD Gowa. Mereka menempati sejumlah ruangan di bagian samping dan belakang, baik di lantai satu maupun dua.
Saat berada di kantor Pemkab Gowa kemarin, Ketua DPRD datang didampingi dua wakil ketua yakni Hamli Halim dan Haris Tappa. Juga terlihat Ketua Komisi I, HM Yusuf Harun dan anggota dewan lainnya dari Partai Hanura, Muh Jabar Itung.
Menurut rencana, kemarin pihak Direktorat Jenderal Perundang-undangan Kemenkum HAM RI dikabarkan akan datang ke Gowa. Namun belakangan pihak Pemkab Gowa memberi informasi pembatalan kunjungan itu.
Sebelumnya, Dirjen Perundang-undangan Kemenkum HAM rencananya akan bertemu dengan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. Hal itu dikatakan Kabag Humas Setkab Gowa, Andi Tenri Tahri, saat dikonfirmasi terkait batalnya kunjungan tersebut.
“Batalki. Tidak jadi. Mereka hanya ke provinsi. Awalnya memang mau datang ke Gowa, tapi tidak jadi,” kata Andi Tenri Tahri saat ditemui di ruang tunggu Bupati, kemarin. (sar/rus)

Exit mobile version