TAKALAR, BKM — Warga Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan menyoroti keberadaan proyek bendung jaringan sekunder milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Takalar.
Proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp1 miliar dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pokok Tahun 2015 lalu itu, kini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Pintu air jaringan sekunder sudah tidak bisa digunakan karena telah mengalami kerusakan, pada hal bangunan itu belum terlalu lama digunkan,” kata Kepala Desa Tarowang, Abdul Halim, Kamis (29/9).
Halim menambahkan, bahwa salah satu penyebab hancurnya jaringan tanggul sekunder diwilayahnya lantaran desain dan penempatan proyek tersebut tidak tepat.
“Desain proyek juga salah satu faktor penyebab rusaknya pintu air, seharusnya jaringan tanggul sekunder yang mempunyai dua mata pintu harus dipasang di tengah drainase, bukan pada ujung pembuangan, nah inilah yang jadi penyebab hancurnya proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut,” urainya.
Tepisah, Kepala Dinas PU Takalar, Alimuddin yang dikonfirmasi via telpon selularnya mengaku belum menerima laporan tentang adanya kerusakan pada proyek Dinas PU.
“Kami belum terima infonya, tapi nanti saya akan kroscek langsung, karena ada beberapa kegiatan dibiayai APBN dan APBD Propinsi, tentu hal itu di luar kewenangan kami,” jelas Alimuddin. (ari-ril).