Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Fokus Pantau Proyek Drainase

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar terus memantau dan mendorong Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar memaksimalkan pekerjaan drainase sebelum memasuki puncak musim hujan yang diprediksi akan mulai pertengahan bulan ini.
Apalagi, kata anggota DPRD Makassar, Basdir, pembangunan drainase saat ini menjadi prioritas pengawasannya di lapangan. Pihaknya tidak menginginkan masyarakat kembali menjadi korban genangan yang diakibatkan buruknya sistem pembangunan drainase.
“Pemantuan proyek itu sangat penting agar tidak dikerjakan asal-asalan oleh kontraktornya. Walaupun wali kota sudah imbau lurah dan camat, tapi kita akan menjadi pengawas mereka,” ungkap Basdir saat dihubungi BKM, Minggu (2/10).
Legislator Partai Demokrat itu menambahkan, pembangunan drainase tidak boleh dikerjakan setengah atau disimpan untuk dilanjutkan dengan menunggu anggaran berikutnya. Menurut dia, pekerjaan yang tertunda itu dapat menjadi penyebab utama munculnya genangan akibat air tidak terbuang dengan baik.
“Jika pekerjaan tidak sampai final maka air yang berada didalam got, atau drainase dapat kembali kepermukaan bahkan mengalir kepemukiman warga karena tidak lancar. Olehnya pekerjaan ini harus diselesaikan hingga kemuaranya,” katanya.
Tidak hanya itu, Basdir juga menyoroti masih banyak drainase atau got di Makassar utamanya didalam lorong yang hampir penuh dengan sedimentasi dan sampah, namun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah setempat untuk dilakukan pengerukan secara bersama-sama dengan masyarakat.
“Pembersihan got didalam lorong ini tidak perlu banyak anggaran yang dikeluarkan, hanya dengan mengajak masyarakat bekerja bakti maka semua dapat diatasi,” ujarnya.
Selain itu, menurut Basdir penyebab lainnya terjadinya genangan diakibatkan hasil pengerukan yang tidak langsung diangkut, pihak PU menurut dia, terkadang menyimpan hasil pengerukan hingga beberapa hari lamanya.
Untuk itu, kedepan, pihaknya mengimbau agar hasil pengerukan sampah atau sedimen langsung dibuang, sebab jika menumpuk maka dapat menjadi masalah baru seperti mencemari jalan dan dapat berpotensi kemacetan serta kecelakaan akibat jalan licin.
“Walau masalah ini belum ada kita dengar, tapi semestinya dihindari. Penumpukan hasil sedimen dipinggiran jalan itu sangat berbahaya bagi pengendara,” tuturnya.
Sementara itu, Legislator lainnya, Hasanuddin Leo menegaskan, sejumlah pembangunan drainase masih ditemukan tidak sesuai dengan site plan atau perencanaan awal. Temuan dia, pekerjaan dari titik A hingga Titik B memiliki kedalaman yang sama. Padahal menurut jika ingin melancarkan jalannya air maka kedalam harus berbeda.
Misalnya menurut dia, jika kedalaman pada titik A 50 centimeter maka kedalaman pada titik B dan C harus lebih dalam lagi. Jika titik kedalamanya sama maka akan terjadi penumpukan sedimentasi hingga menutupi drainase yang ada.” Kejadian itu sudah ada di Jalan Ratulangi, dan beberapa titik di Kecamatan Mariso,” tutupnya.
Sehari sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Makassar mengimbau masyarakat di Sulsel untuk mewaspadai angin puting beliung yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
BMKG juga meminta masyarakat yang bermukim dipesisir pantai dan nelayan untuk turut berhati-hati. “Untuk masyarakat dan nelayan, kita imbau agar bisa berhati-hati terhadap potensi angin puting beliung yang bisa terjadi pada perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan,” kata prakirawan BMKG Wilayah Makassar, Nurjannah, Jumat (30/9).(ita)

Exit mobile version