Site icon Berita Kota Makassar

Sekjen PDIP Akui Kemampuan Anwar

MAMUJU, BKM — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) pusat, Ir Hasto Kristiyanto, mengatakan, pihaknya memberi penghargaan kepada Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh atas kemampuannya meletakkan dasar pembangunan. ”Selama menjalankan pemerintahan di Sulbar selama dua periode, Anwar Adnan Saleh telah sangat cepat meletakkan dasar pembangunan di Sulbar. Bahkan, Presiden RI, Joko Widodo mengakuinya berdasarkan pantauan presiden terhadap Sulbar,” ujar Hasto di hadapan para kader PDIP se Sulbar dalam rapat kerja daerah (Rakerda) bagi kader PDIP se Sulbar di Hotel D’Maleo, Jumat (30/9).
Selain Gubernur Anwar Adnan Saleh, acara Rakerda ini juga turut dihadiri Ali Baal Masdar (ABM) sebagai calon gubernur Sulbar yang diusung Partai PDIP, pengurus DPP PDIP, Prof Hamka Haq dan sejumlah pengurus DPP lainnya. Hasto menegaskan, DPP PDIP tidak akan membela kadernya yang melakukan pelanggaran, seperti korupsi dan Narkoba.
”PDIP tak akan mau membela kader yang tak patuh dan taat pada partai. Justru PDIP akan memberhentikan kader yang melanggar tersebut. PDIP tidak akan tanggung atau melindungi kader yang melakukan tindak pidana korupsi atau narkoba,” ujar Hasto.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Sulbar, Ir H Agus Ambo Djiwa, menuturkan dalam organisasi dan kaderisasi harus berjalan pada partai, mulai dari ranting ke ranting. DPC harus berjalan dan mewujudkan dengan baik untuk menuju harapan dan merapatkan barisan dalam menyongsung Pilkada Gubernur Sulbar.
”Perlu kita ketahui, Presiden Megawati telah menandatangani terhadap jadinya Provinsi Sulawesi Barat ini. Sekarang, kami telah mempersiapkan pembangunan kantor DPD PDIP Sulbar di Mamuju. Anggarannya sekitar Rp1 miliar. Anggaran itu adalah gotong royong anggota DPRD kabupaten dan provinsi Sulbar dari Partai PDIP,” ujarnya.
Agus pun mengingatkan kepada para kader PDIP untuk tetap senantiasa mematuhi atas aturan partai. ”Jika pada Pilkada gubernur nanti ada kader mbalelo, maka pihak DPD PDIP Sulbar siap memberhentikan kader yang tidak taat itu. Kader haru konsisten pada keputusan partai, yakni mengusung calon gubernur dan wakil gubernur, Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeny. Maka tentu kewajiban bagi seluruh kader PDIP untuk memenangkannya,” katanya. (ala/mir/c)

Exit mobile version