MAKASSAR, BKM — Optimisme itu masih ada. Begitulah dengan HM Roem, Ketua Harian Partai Golkar Sulsel.
Ia meyakini pasangan Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) yang diusung partainya, masih memiliki peluang menang di pemilihan bupati (pilbup) Takalar.
Roem yang juga ketua DPRD Sulsel ini tak terlalu memikirkan hasil perhitungan C1 yang masuk di laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar. Apalagi sampai menempatkan pasangan Syamsari Kitta-Akhmad Dg Se’re (SK-HD) unggul 50,58 persen, dibandingkan pasangan Bur-Nojeng dengan raihan 49,42 persen.
“Proses perhitungan masih berjalan, dan C1 itu belum final. Kita tunggu saja rekap pleno dari KPU,” ujar Roem, Jumat (17/2).
Mantan bupati Sinjai ini, menegaskan setelah melihat kondisi dalam perhitungan, dirinya mencurigai ada indikasi lain yang menyebabkan hasil C1 diunggulkan oleh paslon SK-HD.
“Kalau kecurangan, belum ada analisa ke arah itu. Kalau dilihat dari hasil survei (Bur-Nojeng) tiga hari terakhir sangat tinggi dan kenapa menurun. Bisa jadi ada sesuatu,” tandas Roem.
Sebagai politisi yang pernah menjadi bupati dua periode, Roem mengklaim memiliki pengalaman pada pilbup yang dikuti sejumlah petahana. Mereka sangat gampang diserang dengan berbagai cara.
Dengan kondisi yang ada saat ini, menurut Roem, Golkar akan melakukan evaluasi terkait paslon usungan koalisi sembilan parpol ini. “Tentu Golkar akan melakukan evaluasi. Menang saja kita evaluasi, apalagi jika nantinya kalah,”jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) menilai, pelaksanaan pilbup di Kabupaten Takalar 15 Februari lalu sudah berjalan sesuai prosedur dan aturan.
Dia mengapresiasi kinerja penyelenggara, yakni KPU maupun Panwaslu. Tak terkecuali aparat keamanan yang telah mengawal pelaksanaan pesta demokrasi di kabupaten itu.
Untuk itu, SYL mengajak semua pihak, khususnya pendukung paslon untuk bisa menahan diri menunggu keputusan pemenang resmi dari KPU.
Dia juga secara khusus meminta media massa untuk ikut menjaga situasi yang cukup kondusif di Takalar saat ini.
Orang nomor satu di Sulsel itu mengatakan, merupakan hal yang lumrah dalam sebuah perhelatan pesta demokrasi, ada yang menang dan kalah. Karena memang prosesnya seperti itu. “Demokrasi ujungnya memang seperti itu,”ujar SYL di kantor Gubernur, Jumat (17/2).
Dia meminta semua pihak secara dewasa bisa mengawal hasil dari pilbup, agar seluruh proses sesudah tahapan berlangsung cukup baik. Jika ada hal yang dirasa tak diterima dalam menyikapi hasil pilbup, sebaiknya diselesaikan melalui proses hukum. ”Kawal dengan baik. Tidak perlu membentur-benturkan rakyat di bawah agar aktifitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Cuma satu prosesnya, yakni hukum. Kawal itu hingga menghasilkan suatu keputusan. Berjuang di pengadilan. Kan lapangan sudah selesai,” ungkapnya.
Dia mengingatkan seluruh warga Takalar, bahwa momentum pilbup itu hanya sesaat. Dia percaya KPU mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. (rhm/rus)
Roem Masih Yakin Menang, SYL Minta Menahan Diri
