Site icon Berita Kota Makassar

‘Spiderman’ Dalangi Pencurian di Rumah Kosong

MAKASSAR, BKM — Tokoh Spiderman di dalam film ditunjukkan dengan kepintarannya memanjat dinding. Mungkin karena kemampuannya memanjat dinding rumah kosong untuk mencuri, Sabtiar Sabtara alias Tiar (30) dijuluki sebagai Spiderman.
Namun, sepintar-pintarnya dia melompat dan memanjat, akan tertangkap juga. Warga Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Rappocini inipun dicokok tim Resmob Polda Sulsel.
Ketika terbangun dari tidurnya, ia kaget usai menggosok matanya. Alangkah terkejutnya, karena di depannya telah bediri pria bertubuh kekar menenteng senjata. Polisi itupun mendekatinya. Tiar tak berkutik dan hanya bisa terduduk pasrah.
Dalam melakukan aksinya, Tiar beraksi ala Spiderman. Kala itu ia hendak masuk ke dalam rumah korban yang tengah dalam keadaan kosong. Tapi sebelumnya, terlebih dahulu memanjat rumah untuk memastikan situasi.
Begitu melihat kondisi aman, pria bertubuh ceking ini kemudian turun. Selanjutnya merusak pintu utama. Dari dalam rumah ia mengambil satu unit laptop Samsung warna hitam 14 inci, satu unit HP merek Advan warna silver. Dari hasil pemeriksaan polisi, Tiar merupakan dalang dari sejumlah aksi pencurian.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan hal itu kepada BKM, Minggu (19/2). Tiar disebutkan ditangkap di rumahnya pada Sabtu (18/2) pukul 02.30 Wita.
”Tersangka dikenal dengan sebutan Spiderman. Ketika rumahnya didatangi, dia sedang tertidur pulas. Langsung terbangun ketika mendengar kendatangan anggota. Selanjutnya dibawa ke Polsek Rappocini untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Dicky.
Tiar ditangkap setelah salah seorang korban melaporkan telah kehilangan barang di rumahnya. Korban bernama Abd Azis (61), warga Jalan Rappocini Gusung, Kecamatan Rappocini.
“Dari hasil interogasi, tersangka mengaku saat melakukan pencurian terlebih dahulu mamanjat ke atas rumah untuk mengetahui situasi. Begitu situasi aman, selanjutnya pelaku masuk ke dalam rumah korban yang dalam keadaan kosong,” jelas Dicky lagi.
Diinterogasi lagi, tersangka mengakui dalang aksi pencurian di beberapa titik di Makassar. “Dari pengakuannya, ada empat titik yang ia sebutkan. Semua di Makassar,” katanya.
Dicky merinci empat titik itu. Yakni di Jalan Inspeksi Kanal Rappocini, tepatnya Perumahan Balai Mutiara nomor 18 Kelurahan Rappocini, Kecamatan Rappocini pada bulan Mei 2016 lalu. Aksi di rumah korban Dr Sofyan, tersangka ditemani rekannya bernama Dedi (26), warga Jalan Sungai Saddang, Kecamatan Makassar.
Tersangka berhasil mengambil Hp merek Samsung Android warna putih. Korban melaporkan kasus ini.
Selanjutnya pencurian di Jalan Sungai Saddang. Tepatnya di sebuah minimarket pada tahun 2014 silam. Tersangka masuk lewat jendela lalu naik ke plafon dan turun ke lantai 1. Ia mengambil rokok serta minuman beberapa kardus.
Di lokasi ini, tersangka mengaku bersama rekannya bernama Ical (35), warga Kecamatan Tallo. Namun korban tidak melaporkan kasus ini.
Selanjutnya pencurian di Jalan Sungai Saddang pada tahun 2016, tepatnya di gudang Mie Titie. Di lokasi ini tersangka ditemani rekannya Jamil (34). Mereka berhasil mengambil kompor listrik, panci listrik, piring dan gelas. Korban juga tidak melaporkan kasus ini.
Begitupun pencurian di kantor Konsultan Jalan Rappocini pada tanggal 2 Juli 2016 lalu. Tersangka bersama rekannya bernama Dedy masuk ke dalam kantor dan mangambil laptop merek Acer warna hitam 14 inchi. Juga helem merek KYT warna biru. Korban tidak melapor kasus ini. (ish/rus)

Exit mobile version