BEKERJA di PT Dangkam (sekarang bernama PT Tosan Permai Lestari) dilakoni Anzar selama beberapa tahun. Di sini pula terjawab buah dari kesabarannya selama ini.
”Ketika bekerja di perusahaan itu (PT Dangkam), rezeki saya mulai terbuka,” ujarnya.
Di tempat ini pula, ia juga mendapatkan banyak ilmu serta pengalaman.
Setelah bekerja selama setahun di perusahaan itu, Anzar akhirnya dipercayakan untuk memegang kendali sebagai direktur utama. Bang Hasan selaku pemilik perusahaan, disebut Anzar telah banyak memberinya kesempatan.
“Bang Hasan yang banyak mengajarkan pengalaman berharga kepada saya, hingga bisa seperti sekarang,” bebernya.
Anzar juga diajari bagaimana ceranya berbisnis yang baik dan bisa menjadi orang sukses.
Namun, setelah dua tahun bekerja di perusahaan tersebut, Anzar memilih jalan lain. Ia memilih untuk menjadi seorang pengacara.
Maka kuliahlah Anzar. Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang dipilihnya.
“Setelah lulus kuliah di Fakultas Hukum UMI hingga S2, saya mencoba mendaftarkan diri sebagai pengacara. Karena saya sangat ingin sekali menjadi seorang pengacara,” jelasnya.
Akhirnya, ia pun dinyatakan lulus sebagai pengacara. Banyak kasus yang telah berhasil ditanganinya. Namanya kemudian melejit sebagai seorang pengacara profesional.
Selain itu, dia juga menjadi dosen di FH UMI hingga sekarang. Sembari melanjutkan kuliahnya hingga mencapai gelar doktoralnya, juga di FH UMI.
“Dulu saya tidak pernah menyangka atau bermimpi untuk untuk menjadi seorang doktor. Mungkin ini adalah buah dari kesabaran saya selama ini,” ujarnya haru.
Dari hasil keringatnya selama ini, rumah yang dulunya dikontrak oleh ayahnya, kini telah mampu dibelinya dan menjadi milik pribadinya. Di rumah itu, kata Anzar, banyak menyimpan sejuta kenangan, sebelum ayahnya berpulang.
Rumah itu kini ditinggali oleh ibunya bersama saudaranya yang lain. “Rumah itu sudah saya renovasi. Sekarang ditinggali ibu dan saudara saya,” tandasnya.
Tak jarang, bila dirinya berkunjung untuk menengok ibunya, dia sering mengingat mendiang ayahnya dan masa-masa susahnya dulu. (*/rus)
Beli Rumah yang Dulu Dikontrak Ayahnya
