MAKASSAR, BKM — Tim investigasi yang dibentuk Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan mulai bekerja. Mereka turun mencari fakta di lapangan, guna mengungkap fakta sebenarnya terkait oknum kepala sekolah dasar (SD) yang ‘pamer dada’ di media sosial (medsos).
Yang dilibatkan dalam tim investigasi ini berasal dari internal Disdik. Oknum kepsek perempuan berinisial Icw telah dipangil dan menjalani pemeriksaan, Senin (20/2).
Langkah cepat ini sebagai respons atas instruksi dari Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, yang meminta agar kasus ini diusut tuntas. Sebab, beredarnya foto vulgar Icw secara luas telah mencoreng citra dunia pendidikan di kota ini.
”Untuk saat ini tim investigasi masih mendalami foto yang beredar luas. Selain meminta keterangan yang bersangkutan, tim juga akan mengumpulkan data dan informasi dari anggota grup Whatsapp (WA) Revolusi Pendidikan. Karena di situ fotonya pertama kali terlihat,” terang Kadisdik Kota Makassar Ismunandar, Senin (20/2).
Penyelidikan yang dilakukan tim investigasi, lanjut Ismunandar, lebih fokus pada tangan pria yang menggunakan cincin batu akik memegang bagian sensitif oknum kepsek tersebut. Tim berusaha mencari tahu dan mengungkap apakah tangan itu milik suami Icw atau pria lain yang tengah bersamanya di dalam mobil.
”Kalau ternyata itu bukan tangan suaminya, berarti telah terjadi pelanggaran dan harus diberi sanksi tegas. Satu minggu ke depan hasil penyelidikan sudah bisa diketahui. Hasil investigasi akan dilaporkan langsung ke Pak Wali,” terang Ismunandar.
Sebelum menjalani pemeriksaan tim investigasi, Icw diketahui sempat masuk kantor di sekolah yang dipimpinnya di bilangan Jalan Pongtiku. Hal itu diketahui ketika BKM bertandang ke sekolah ini, kemarin.
”Tadi pukul 10 hadir di sekolah. Tapi hanya sebentar. Ada yang diambil lalu pergi,” ujar salah seorang tenaga pengajar.
Meski kepseknya sedang tersandung masalah, proses belajar mengajar di sekolah ini tetap berlangsung seperti biasa.
”Untuk kegiatan belajar mengajar masih seperti hari-hari sebelumnya. Namun sedikit ada pengaruh. Kita semua masih menjalankan tugas seperti biasa. Disini peranan para guru, agar masalah yang ada tidak sampai mempengaruhi kondisi kerja,” tambahnya.
Sebenarnya, guru-guru di sekolah ini sudah mengetahui persoalan yang mendera kepseknya sejak Kamis (16/2). Namun mereka tetap melaksanakan rutinitas kesehariannya mengajar. Murid-murid juga diusahakan untuk tetap nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas masing-masing. (arf-jun/rus)
Ditelusuri Tangan Pria Bercincin Akik
