GOWA, BKM — Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulsel, Irman Yasin Limpo, berharap agar pelaksanaan ujian nasional berbasis kompetensi (UNBK) pada 10 hingga 13 April mendatang, berlangsung dengan jujur.
Sehingga hasilnya dapat menjadi kebanggaan siswa, orangtua siswa, sekolah hingga daerah. Menurut Irman, buat apa nilai ujian dengan hasil yang bagus jika tidak pada pelaksanaannya tidak jujur.
”Jadi kejujuran yang utama. Bukan sekadar tingkat kelulusan,” ujar Irman YL di sela-sela kunjungannya ke SMA 1 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Selasa (21/2).
Irman mengatakan, saat ini SMA diharapkan mampu mengikuti perkembangan tehnologi yang terus berkembang. Untuk SMA dan SMK dapat menggelar try out. Khusus SMK minimal 5 kali.
Mantan carateker Bupati Luwu Timur ini berharap jika selama ini hanya lima SMA yang mengikuti UNBK, maka tahun-tahun berikutnya semua SMA dan SMK sudah harus diikutkan. Sebelumnya, Kadis Diknas juga telah berkunjung di sejumlah SMA yang ada di Makassar, Maros, dan Pangkep.
Kepala SMA 1 Sungguminasa, Hj Andi Wartiah, mengemukakan, pelaksanaan USBN digelar pada 20 hingga 22 Maret, pelaksanaan US 23 hingga 25 Maret, serta pelaksanaan UN 10 hingga 13 April mendatang.
Wartiah menambahkan, pihak sekolah juga akan mengundang orangtua siswa guna melakukan sosialisasi sebelum siswa mengikuti ujian. ”Pekan ini kami dari sekolah akan menggelar pertemuan dengan orangtua siswa dalam rangka sosialisasi untuk menghadapi ujian siswa. Hal tersebut perlu untuk menyampaikan kepada orangtua bahwa anaknya perlu mendapat support untuk mengikuti ujian,” ujar Wartiah.
Dijelaskan, sekolah sama sekalin tidak membebani orangtua siswa dalam hal pembiayaan. ”Kami tegaskan, tidak ada sama sekali pungutan yang berkaitan pertemuan dengan orangtua siswa,” pungkas Wartiah. (rif)
Irman: Kejujuran Lebih Penting dari Kelulusan
