Site icon Berita Kota Makassar

Jembatan Tello Butuh Penanganan Khusus

MAKASSAR, BKM — Pelebaran Jembatan Tallo yang sempat mandek karena gagal proyek kembali akan dilanjutkan tahun ini. Namun seperti apa mekanisme pengerjaan yang akan dilakukan?, saat ini masih dipikirkan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII.

Pasalnya, pengerjaan pelebaran jembatan ini membutuhkan penanganan khusus terutama pemancangan tiang penyangga jembatan.
Untuk melanjutkan proyek ini sebenarnya BBPJN sudah membuka tender pada akhir Desember lalu. Namun, dari beberapa perusahaan yang mengajukan penawaran, tak satupun yang memenuhi spesifikasi.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Metropolitan BBPJN XIII Amin Hamid mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat bagaimana model pengerjaannya. Karena berdasarkan hasil hitung-hitungan, anggaran yang disiapkan cukup terbatas.
Amin menambahkan, pihaknya masih tunggu satu hingga dua minggu ke depan seperti apa kepastian pengerjaannya. Apakah masih melalui tender atau akan dipaketkan dengan proyek lain. Sedianya, proyek ini akan ditender ulang, namun karena memikirkan tingkat kesulitan dan anggaran yang terbatas, prosesnya masih dipikirkan lebih lanjut. Selain melebarkan, ada aktifitas pembongkaran jembatan lama. Selain itu, kontraktor yang mengerjakan proyek ini juga harus punya strategi khusus dalam memancang tiang jembatan. Karena itu, Amin menekankan, bagi perusahaan yang nantinya mengerjakan proyek itu,menggunakan sheet pile untuk proses pembendungan air di dasar jembatan.
Dia melanjutkan, jika pusat sudah memberikan pertimbangan, pihaknya akan segera jalan untuk melaksanakan proyek tersebut.
Berdasarkan kalender kegiatan, Amin optimistis pelebaran Jembatan Sungai Tello sudah bisa dilaksanakan kembali Maret mendatang.
“Kami tinggal tunggu seperti apa pertimbangan dari pusat mengenai penanganan Jembatan Sungai Tello. Semoga satu atau dua minggu ke depan kita sudah dapat penjelesannya sehingga Maret sudah bisa jalan, ” ungkap Amin.
Terkait penganggaran proyek tersebut, pusat tetap mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,1 miliar.
Seperti diketahui, PT Galih Medan Persada, kontraktor yang seharusnya melaksanakan pengerjaan pelebaran jembatan pada penganggaran lalu gagal melaksanakan tugasnya karena tak mampu membendung air Sungai Tello.Untuk menghalangi air, kontraktor sebelumnya hanya memakai tumpukan karung pasir. Hasilnya, air tetap masuk hingga membuat pieer jembatan tak bisa diselesaikan dan berimbas pada diputusnya kontrak sebab tak mampu selasai tepat waktu. Jika pieer jembatan mampu dikerjakan cepat, maka perampungan jembatan tak butuh lama. Balok dan rangka jembatan yang akan dipasang, semua sudah selesai dipesan.
Tahun ini, proyek tersebut ditargetkan bisa rampung.
Sementara itu, Sekprov Sulsel, Abdul Latif mewanti-wanti balai besar memperhatikan Jembatan Tello. Saat baru putus kontrak, jembatan ini jadi perhatian semua pihak. Makanya, ia tidak mau pekerjaan jembatan ini kembali gagal. (rhm)

Exit mobile version