MAMUJU, BKM — Kabupaten Mamuju menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan BPKRS wilayah Sulawesi. Pada pertemuan ini mengangkat jaringan infrastruktur untuk mendorong investasi dalam kerangka percepatan pertumbuhan ekonomi se Sulawesi.
Pertemuan BPKRS se wilayah Sulawesi dihadiri para kepala pemerintahan dimasing-masing provinsi di Sulawesi, di antaranya Gubernur Sulteng, Yongki Janggola, Plt Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu, gubernur Sulawesi Tenggara, dan wakil gubernur Sulawesi Utara. Selain itu, pertemuan yang berlangsung di Hotel D’Maleo Mamuju, Senin (20/2) ini, juga menghadirkan para kepala Bappeda tingkat provinsi, para bupati dan walikota, serta para kepala Bappeda tingkat kabupaten dan kota se Sulawesi.
Ketua BPKRS, Yongki Janggola, mengatakan, selaku ketua BPKRS se wilayah Sulawesi, banyak hal yang perlu dipersepsi terhadap program yang akan dilaksanakan ke depan.
”Banyak hal yang perlu kita bicarakan dan konsultasikan tentang program. Di antaranya masalah perkereta-apian yang saat ini kita dengung-dengungkan pada program infrastruktur ini. Kalau tidak didorong dan dibicarakan terus masalah perkereta-apian ini, maka kapan sampai ke wilayah Sulbar dan kapan juga sampai ke wilayah kami di Sulawesi Tengah. Untuk itu, kami selaku ketua BPKRS se wilayah Sulawesi terus mendorong masalah ini,” ujarnya.
Selain itu, masalah lain yang perlu dikonsultasikan adalah pertumbuhan ekonomi. Termasuk program Gernas kakao. ”Kita akan terus dorong untuk pengembangan tanaman kakao. Kita akan terus perjuangkan masalah perkakaoan untuk wilayah Sulawesi ini. Karena tahun 2016 lalu, anggaran untuk Gernas kakao tidak ada,” ujarnya.
Melalui pertemuan ini, pihaknya akan melakukan secara bersama-sama dengan para gubernur lainnya di Sulawesi untuk merumuskan program pembangunan serta pertumbuhan ekonomi se wilayah Sulawesi.
”Begitu pula dengan masalah tapal batas wilayah, perlu kita lakukan secara baik. Masalah tapal batas juga harus kita mematuhi pada setiap putusan dari Kementerian Dalam Negeri. Jangan lagi ada masalah muncul tentang tapal batas wilayah,” tegasnya. (ala/mir/c)