PINRANG, BKM –Tekateki hilangnya Raihan (3), seorang bocah yang hilang sejak Jumat (17/2) lalu akhirnya terjawab. Jika selama ini ada yang menduga Raihan diculik, ternyata tidak betul. Raihan hilang karena tewas tenggelam.
Kepastian Raihan tewas tenggelam setelah mayatnya ditemukan mengapung di Pantai Ammani, Rabu (22/2) subuh pukul 04.30 Wita. Diduga kuat Raihan sebelumnya tenggelam di saluran irigasi Sungai Saddang, Desa Katomporang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.
Mayat Raihan ditemukan seorang nelayan yang melaut beberapa mil di pantai lepas Ammani, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang.
Nelayan tersebut kaget melihat benda mengapung. Ia lalu mendekati dan mencium bau busuk dari mayat tersebut.
Penemuan itupun dilaporkan ke pemerintah setempat dan dilanjutkan ke pihak berwenang. Beberapa saat kemudian tim SAR gabungan Pinrang langsung meluncur ke TKP.
Koordinator Tim SAR Pinrang, Fauzan Mahmud yang dikonfirmasi, Rabu (22/2) pagi, membenarkan informasi penemuan tersebut. Ia memastikan jika jasad itu benar adalah Raihan yang dicari selama ini di irigasi Sungai Saddang. Ciri-ciri korban kepalanya gundul dan menggunakan baju kaos warna hijau sama dengan ciri-ciri mayat yang ditemukan nelayan tersebut.
Terpisah, Kapolsek Duampanua, AKP Adinal Alam juga menyatakan hal yang sama. Pihaknya sudah mengevakuasi jasad bocah malang itu dan menyerahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan.
“Tidak ada tanda tanda kekerasan fisik yang ditemukan tim medis Puskesmas dan murni tewas tenggelam. Pihak keluarga Raihan juga menyatakan tidak keberatan dan mengikhlaskan kepergiannya,,” jelas Adinal via selulernya. (ady/b)
Mayat Raihan Ditemukan di Pantai Ammani
