Site icon Berita Kota Makassar

Danny Temukan Indikasi Pejabat Bekingi Gudang

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ternyata sudah cukup lama mengetahui adanya oknum yang diduga pejabat dari pemkot ‘bermain’ bersama pemilik gudang yang hingga saat ini masih beroperasi dalam Kota Makassar. Hanya saja, untuk mengungkap kebenarannya, orang nomor satu di Kota Makassar masih perlu mendalami setiap laporan yang masuk dari seluruh stakeholder.
Sebagai wali kota, dirinya sama sekali tidak segan untuk menggiring oknum pejabat nakal itu ke pihak berwajib, ketika benar terbukti telah melakukan pelanggaran yang sangat merugikan. Sebab perilaku dan tindakan mereka sangat mencoreng citra pemerintah kota.
“Kita sudah temukan beberapa indikasi adanya oknum pejabat yang bermain. Inilah kami meminta kepada seluruh pihak untuk bekerja sama. Kalau ditemukan, saya serahkan langsung ke pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan hukum,” kata wali kota yang karib disapa Danny ini, Kamis (23/2).
Dia menegaskan, sejauh ini dirinya belum berpikir untuk melakukan revisi ataupun mencabut Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 20 Tahun 2010 tentang larangan aktifitas gudang dalam kota. Karena dibutuhkan proses dan waktu yang cukup lama untuk merealisasikannya.
“Disini kita hanya perlu lebih giat lagi untuk turun melakukan operasi dan penertiban, seperti apa yang telah dilakukan dinas terkait. Dari operasi itu akan disusun langkah selanjutnya,” ujarnya.
Susuman Halim, Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar mendukung pemkot untuk segera menutup gudang yang masih beroperasi dalam kota. Dia mengacu pada Perwali nomor 20 tahun 2010 dan Perda nomor 13 tahun 2009.
”Kedua peraturan itu sepertinya tak punya arti apa-apa. Kian hari tambah banyak gudang dalam kota, yang keberadaannya sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya, Kamis sore (23/2).
Legislator Fraksi Demokrat ini juga tak menampik adanya indikasi permainan yang dilakukan antara pihak pengusaha dan penguasa. Karenanya, anggota dewan berlatar berlakang aktivis ini sangat mendukung wali kota untuk melakukan investigasi terhadap pejabat yang bermain.
“Kita sudah berkali-kali meminta agar seluruh gudang dalam kota yang masih beroperasi itu untuk ditutup paksa. Jangan ada lagi segel-segel. Karena percuma. Kita dianggap hanya main-main. Ucapan kita dianggap isapan jempol belakang. Sekarang waktunya bertindak tegas,” kata Sugali, panggilan akrabnya.
Sekretaris Komisi A Rudianto Lallo tak kuasa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap pemkot, yang terkesan setengah hati dalam menegakkan aturan. Khususnya yang terkait keberadaan gudang dalam kota. Apalagi sampai adanya indikasi praktik beking-bekingan.
”Menjadi kewajiban pemkot untuk menegakkan aturan yang sudah ada. Karena kita menduga ada permainan pengawasan antara penguasa dan pengusaha,” cetusnya.
Legislator Fraksi Nasdem ini menyebut, hanya ada dua kecamatan yang tersedia lahan untuk gudang. Yaitu Tamalanrea dan Biringkanaya. Jika ada gudang di luar kedua kecamatan itu, berarti sudah melanggar. (arf-ita/rus)

Exit mobile version