Site icon Berita Kota Makassar

Geluti Anggar Usai Gantung Sepatu

DIANTARA deretan atlet berprestasi Sulsel, nama Muhammad Haerullah cukup dikenal masyarakat. Lelaki berperawakan kekar dan atletis itu telah menorehkan banyak kebanggaan untuk daerah ini. Prestasinya mendunia pada cabang olah raga anggar.

Laporan: Rahmawati Amri

DERETAN prestasi dan penghargaan mulai tingkat lokal, nasional, hingga internasional telah diraihnya. Semuanya berkat latihan, kerja keras, dan dedikasinya pada olahraga yang kerap dipertontonkan pahlawan Zorro itu ketika beraksi.
Ikhwal sehingga Ulla –sapaan akrabnya– menggeluti anggar, karena sejak kecil dia memang terobsesi dan bermimpi menjadi seorang atlet nasional.
Awalnya, lelaki kelahiran Wanci, Sulawesi Tenggara, 12 Februari 1977 ini sama sekali tidak melirik anggar. Salah satu penyebabnya, karena olahraga itu tidak familiar. Dia malah melirik sepak bola.
Namun sayang, dia merasa karir olahraganya tidak bakal berkembang jika menggeluti sepak bola. Alasannya, kala itu persaingan di dunia sepak bola belumlah sportif. Akhirnya, dia memilih untuk gantung sepatu.
Menjelang akhir tahun 1995, Ulla diperkenalkan dengan olahraga anggar. Ternyata, setelah mencoba, dia merasa sangat cocok menekuni olahraga itu.
Diapun konsisten untuk terus latihan di bawah bimbingan pelatih Harry Jost, almarhum Dr Hamsah juga Prof Andi Ihsan.
Berkat kesungguhannya berlatih dan menggeluti olahraga anggar, setelah enam tahun berlatih, Ulla pun berhasil menorehkan kebanggaan.
Prestasi nasional pertama yang diraih adalah keluar sebagai juara III pada kejuaraan nasional anggar perorangan di Jakarta pada tahun 2001. Penghargaan itu menjadi pemacu bagi dirinya untuk menjadi lebih baik dan bisa diperhitungkan.
Namanya pun sudah diperhitungkan di kancah nasional. Diapun dipercaya mewakili Indonesia pada perhelatan Sea Games Kuala Lumpur di tahun yang sama. Itu merupakan pengalaman pertamanya bertanding keluar negeri.
Meski belum berhasil menyabet juara, namun pengalaman yang diperoleh pada ajang pesta olahraga tingkat Asia Tenggara itu menjadi acuan dan motivasi untuk berprestasi lebih baik.
Untuk menjajal kemampuan sekaligus jadi ajang sparing, Ulla rajin mengikuti berbagai pertandingan. Pada tahun 2002, dia berhasil meraih emas pertamanya pada Kejurnas Anggar yang digelar di Bandung, Jawa Barat. Di ajang itu, lelaki ramah ini juga dinobatkan sebagai atlet terbaik.
Prestasi demi prestasi pun ditorehkannya. Tahun 2003, Ulla
mendapatkan medali perunggu pada Sea Games Vietnam. Dan pada tahun 2005, dia berhasil menyabet emas pertamanya di kancah internasional pada kejuaraan SEAF di Brunai Darussalam.
Fokus pada tujuan, disiplin, dan berusaha untuk terus mengupgrade kemampuan, menjadi modal utama dalam meraih prestasi.
Selain itu, berusaha untuk membuat diri happy dengan menciptakan momen menyenangkan saat latihan, harus dilakukan secara intens. Sebab dia mesti mempersiapkan diri menghadapi sebuah pertandingan.
Dia menuturkan, untuk menghadapi sebuah event pertandingan yang besar, dia harus mengikuti pemusatan latihan selama beberapa minggu. Bahkan berbulan-bulan.
Jika bukan karena tekad dan kemauan yang keras, pasti akan bosan menghadapi agenda rutin latihan yang kadang membosankan. Namun karena anggar sudah menjadi bagian dari dirinya, Ulla menganggap latihan yang dilakoni menempanya untuk lebih tangguh dan mampu bersaing meraih prestasi. (*/rus)

Exit mobile version