Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Jam Kakanwil Sidak di BPN Gowa

GOWA, BKM — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulawesi Selatan Hikmad Osman melakukan ispeksi mendadak (sidak) di kantor BPN Gowa, Kamis (23/2). Selain itu, ia juga menggelar rapat tertutup bersama kepala BPN Gowan dan jajarannya.
Kedatangan kakanwil BPN Sulsel ini berlangsung sehari setelah operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan tim sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) Polda bekerja sama Ombudsman Sulsel. Hamzah alias Anca, sopir salah seorang oknum pejabat BPN Gowa berinisial Fi (bukan Ri) terjaring dalam OTT itu. Ia diamankan sesaat setelah menerima uang Rp13 juta dari seorang wanita berinisial IMD. Uang tersebut diduga sebagai pungli pengurusan sutrat-surat tanah.
Selama hampir tiga jam, Hikmad Osman berkeliling di dalam kantor BPN Gowa. Ia melihat langsung proses pelayanan yang berlangsung. Seluruh ruangan pegawai didatangi satu persatu.
Sayangnya, sesuai rapat, Kepala Kantor BPN Gowa H Arman Hasanuddin tampak menghindari wartawan yang sejak pagi hendak memintainya konfirmasi. ”Saya belum bisa bicara ini. Kita juga tidak tahun di mana Fi berada,” kata Arman singkat.
Sikap serupa diambil Kakanwil BPN Sulsel Hikmad Osman. Ia langsung menuju mobilnya lalu pergi meninggalkan kantor BPN Gowa usai melakukan sidak. Tak ada sepatah katapun yang disampaikannya kepada wartawan.
Siapa dan bagaimana sebenarnya keseharian Fi yang selama ini menjabat Kasubsi Pendaftaran BPN Gowa? Pegawai di kantor yang berlokasi di Jalan Andi Mallombassang, Sungguminasa itu menyampaikannya.
”Yang kami tahu Pak Ical (sapaan akrab Fi) ramah kepada semua orang. Juga supel dalam bergaul,” kata Adi Natsir, Kasubsi Penetapan BPN Gowa, kemarin.
Sementara Anca, sopir yang terjaring OTT, disebutkan baru tujuh bulan diperkejakan oleh Ical.
Terpisah, Humas BPN Gowa Hermanto memberi penjelasan kepada wartawan. Kata dia, sistem pembayaran di kantor tempatnya bekerja melalui lokel pelayanan, serta lewat online.
”Jadi, tidak dibenarkan ada pembayaran yang dilakukan lewat perseorangan,” ujarnya.
Terkait Fi alias Ical, Hermanto menerangkan, ia bekerja di BPN Gowa sejak tahun 2015. Sebelumnya, ia bertugas di BPN Maros.
”Orangnya baik kepada sesama pegawai di sini,” akunya. Diapun menyayangkan jika memang benar rekan kerjanya itu terlibat pungli.
“Pada setiap apel pagi, pimpinan selalu mengimbau dan mengingatkan para pegawai agar jangan ada yang pungli. Seluruh pegawai, mulai dari yang punya jabatan sampai yang non jabatan untuk menjaga nama baik institusi. Terlebih diri pribadi masing-masing,” terangnya.
Saat berlangsung OTT, Hermanto mengaku berada di kantor dan sedang rapat bersama Pemkab Gowa. Sebab ada organisasi perangkat daerah (OPD) baru di pemkab yang baru dibentuk, yakni Dinas Pertanahan dan Permukiman Rakyat. Sehingga perlu disinergikan antara OPD baru pemkab itu dengan BPN.
”Saya baru tahu setelah pegawai heboh di luar kantor. Setelah saya cari tahu dan keluar ke halaman, ternyata sopir Pak Ical yang terjaring OTT,” kata Hermanto.
OTT Saber Pungli Polda Sulsel ini mendapat dukungan dari elemen masyarakat Gowa. Alasannya, sudah cukup lama pelayanan di kantor ini dikeluhkan.
”Pelayanan di kantor BPN Gowa memang sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat. Utamanya warga yang mengurus hak kepemilikan tanah (sertifikat). Bahkan sertifikat rumah saya yang diurus sejak tahun 2010 lalu, baru selesai akhir Desember tahun 2016. Padahal itu hanya pemecahan sertifikat,” ujar Anwar, salah seorang aktivis pemuda di Gowa, kemarin.
Menurut Anwar, dengan adanya OTT yang dilakukan tim Saber Pungli Polda bersama Ombudsman serta Irwasda akan menjadi titik awal berakhirnya praktik pungli di BPN Gowa.
“Saya berharap tim Saber Pungli bisa mengusut tuntas kasus ini. Siapapun yang terlibat di dalamnya, semuanya harus diproses hukum. Ini penting. Sebab jika kasus ini tidak ditangani secara serius, saya khawatir praktik pungli akan kembali terjadi dan masyarakat akan terus menjadi korban,” cetus Anwar. (sar/rus)

Exit mobile version