Site icon Berita Kota Makassar

Bangkitkan Prestasi Persijo

JENEPONTO, BKM – Sepakbola adalah olahraga massal atau olahraga rakyat yang paling banyak peminatnya. Makanya, seluruh jajaran PSSI Jeneponto harus mengembalikan kejayaannya. Sehingga sepakbola menjadi olahraga andalan Kabupaten Jeneponto.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Jeneponto, Muh Ikram Ishak Iskandar Karaeng Nyau, di sela acara Kongres Askab PSSI Jeneponto tahun 2017, di Hotel Bintang Karaeng, Jalan HV Worang, Kampung Tamarunang, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Jumat (24/2).
Kongres ini dibuka Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jeneponto, Syamsul Tanro. Tampak hadir Exco Bidang Organisasi PSSI Provinsi Sulsel, Zakaria Leo, Pasiter Kodim 1425 Jeneponto, Kapt Muh Amin, Ketua KNPI Jeneponto, Nurlewa Saad, serta puluhan pengurus PSSI Kabupaten Jeneponto, para ketua klub se Kabupaten Jeneponto.
Perlu diketahui, kata Karaeng Nyau, prestasi PSSI Kabupaten Jeneponto atau Persijo Jeneponto, yakni pernah menjadi juara umum pada perebutan Habibie Cup tahun 2005 di Kota Parepare. Even ini sendiri dilaksanakan atau bergulir dua tahun satu kali. ”Semoga pada tahun 2017 ini, Persijo bisa menjuarai Habibie Cup di Kota Parepare,” jelas Ikram.
Lanjut anggota DPRD Jeneponto dari Partai Demokrat ini mengatakan, ada tiga agenda yang perlu di stressing, yakni minimnya wasit dan kurangnya kompetisi. ”Makanya, kita minta Dinas Dikpora jeneponto untuk memperbanyak pelatihan wasit dan juga memperbanyak kompetisi. Sehingga sepakbola semakin jaya dan semakin gammara,” jelas Ikram Karaeng Nyau.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikpora Jeneponto, Syamsul Tanro, mengatakan, pihaknya selaku pemerintah mengapresiasi tekad Ketua Persijo untuk menjuarai Habibie Cup tahun 2017. Semoga bisa terwujud,” katanya.
Pada kesempatan itu, Syamsul juga mengaku mengenai kurangnya rekruitmen dan pelatihan wasit. Untuk itu, pihaknya akan berupaya membantu pengadaan wasit. ”Tentang kurangnya kompetisi, itu disebabkan kurangnya sarana lapangan sepakbola. Tapi ke depan, kami usahakan setiap kecamatan di sebelas kecamatan di Kabupaten Jeneponto, ada lapangan sepakbolanya. Semoga kejayaan Persijo kota bisa raih kembali,” katanya penuh optimis. (krk/mir/c)

Exit mobile version